MHNEWS.id.- Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Indramayu berunjuk rasa di pendopo atau kantor Bupati Indramayu, Rabu (22/5/2024).

Mereka mendesak Bupati Indramayu, Nina Agustina antara lain supaya mengevaluasi 10 program unggulan dalam kepemimpinannya.

Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kabupaten Indramayu, Febi Soeharto menilai realisasi 10 program unggulan tidak sesuai harapan. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 10 program unggulan tersebut.

“Meninjau kembali 10 program unggulan, dan menjalankan kembali dari pengawasan bupati terkait 10 program unggulan tersebut,” jelas Febi.

Pihaknya juga menyayangkan unjuk rasa menyampaikan aspirasi yang sedianya langsung bisa bertemu Bupati Nina Agustina gagal karena putri mantan Kapolri Da’i Bachtiar itu sudah meninggalkan Pendopo Indramayu.

Sejumlah perwakilan massa PMII Indramayu seusai diperkenankan memasuki Setda Indramayu ditemui para pejabat, tampak kecewa dan tidak puas atas jawaban yang didapat.

Ketidakpuasan tersebut utamanya karena gagal bertemu Bupati Nina Agustina, massa PMII Indramayu berencana akan melakukan aksi jilid 2.

“Karena kita hari ini tidak menemukan jawaban satu pun, kita pastikan nanti akan ada gerakan aksi jilid 2,” tegas Febi.

Dalam aksi unjuk rasa itu sempat terjadi aksi dorong antara PMII dengan petugas Kepolosian. Ini terjadi saat beberapa perwakilan massa PMII sedang berdiskusi dengan para pejabat di dalam pendopo.

Sementara yang lainnya menunggu di depan pintu pendopo. Mereka pun memaksa untuk memasuki pendopo Indramayu. Mereka beralasan perlu tempat menunggu yang layak tidak di bawah terik matahari.

Massa PMII Indramayu pun mencoba merangsek untuk menjebol pintu gerbang masuk pendopo, namun dihalau petugas keamanan yang berjaga.

Saling dorong antara massa PMII dan petugas keamanan tak dapat dihindari. Kericuhan pun tak berlangsung lama dan segera kembali kondusif.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris