MHNEWS.id.- Salah seorang Purna Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Ny. Mutia warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat sangat berterima kasih kepada Bupati Indramayu Nina Agustina.

Rasa terima kasihnya itu terungkap karena Mutia telah mendapatkan pelatihan Pe-Ri yang digagas oleh Bupati Nina. Mutia mengaku mendapatkan materi pembuatan kue kering dan kemudian saat ini telah membentuk kelompok sebagai upaya untuk mengembangkan usahanya.

“Alhamdulillah saya sudah kembali ke desa saya setelah merantau dan sekarang bersama ibu-ibu lainnya membentuk kelompok usaha teh daun jinten semoga makin maju. Terima kasih Ibu Nina atas program yang telah diberikan,” kata Mutia yang juga aktif di Migrant Care, Jum’at (7/7/2023).

Hal sama juga diungkapkan Ny. Dewi warga Desa Sindang, Kecamatan Sindang. Dewi saat ini bersama PPMI lainnya membuka lapak Pe-Ri dengan berbagai produk yang siap disajikan kepada pembeli. Bahkan bersama Disnaker kini akan membuka food court dan pusat oleh-oleh produk UMKM Pe-Ri.

“Kami sekarang semangat berusaha berkat pelatihan, apalagi rencana pengembangan kedepannya cukup menjanjikan bagi kami para PPMI di Kabupaten Indramayu,” kata Dewi yang juga sebagai coordinator Pe-Ri Kecamatan Sindang.

Diketahui, Bupati Indramayu memberdayakan PPMI untuk menjadi wirausahawan mandiri melalui program Pe-Ri. Para PPMI mendapatkan pelatihan untuk pembuatan kue kering, olahan minuman, olahan manga, dan olahan berbagai manakan lainnya.

Peserta Pe-Ri juga diberi pelatuhan pembuatan sandal, menjahit, dan kerajinan tangan lainnya. Pelatihan lainnya juga akan diberikan sesuai dengan minat dari para peserta Pe-Ri. Selain itu, mereka juga diberikan materi kewirausahaan.

“Peserta Pe-Ri juga diberi pelatihan pemasaran produk, pengemasan, administrasi keuangan, pendampingan, dan kami juga memfasilitasi proses izin usaha dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan,” tegas Erpin.

Penulis  : Daniswara
Editor    : Wawan Idris