MHNEWS.id.- Migrant Care Indramayu menggelar lokakarya bagi para purna pekerja migran Indonesia (PMI) yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi).
Lokakarya tersebut seputar membangun kesadaran dan mendorong partisipasi purna PMI dalam merumuskan kebijakan di forum (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Koordinator Migrant Care Indramayu, Muhammad Santosa mengatakan kegiatan tersebut untuk membekali dan mendorong purna PMI agar turut berkontribusi dalam merumuskan kebijakan di forum Musrenbangdes.
Menurutnya, purna PMI harus terlibat membangun desa, termasuk diakomodirnya pemberdayaan terhadap purna PMI yang memang menjadi bagian dari peran pemerintah desa (pemdes).
“Kita mempersiapkan ibu-ibu (purna PMI) itu harus masuk ke Musrenbangdes. Jadi, usulannya atau kegiatannya biar terakomodir dalam konteks Musrenbangdes,” jelas Santos, di sela-sela lokakarya yang dilaksanakan di Hotel Trisula Indramayu, Jumat (27/10/2023).
Ia pun menyebut tujuan lokakarya tersebut mengacu UU No. 18/2017 tentang pelindungan PMI. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa pemerintah memperhatikan PMI sejak akan berangkat, saat bekerja, hingga kembali pulang ke rumah atau purna PMI.
“Mereka pulang, tidak mempunyai keahlian, akhirnya pemdes harus memberdayakan,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mencetak purna PMI yang kritis untuk turut membangun desa melalui pemberdayaan para purna PMI. “Daya kritis ibu-ibu (purna PMI) itu naik dan mampu mengadvokasi apa yang mereka inginkan,” ujarnya.
Dikatakan, kegiatan lokakarya tersebut selain diikuti peserta para purna PMI anggota Desbumi yang telah ada di sejumlah desa, juga diikuti para perwakilan pemedes dan Badan Permusyawaratan Desa dari desa-desa tersebut.
“Jadi, ada komunitas, BPD dan pemdes. Jadi ini loh pak, warganya panjenangan dan dia butuh bersuara,” ucapnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




