MHNEWS.ID.- Terduga pembunuh sekeluarga di Indramayu berinisial R (35) dan P (29) dinilai sangat profesional dalam melakukan aksi kejinya.

Hal ini terungkap dari pengakuan R dan P kepada Polisi. Kepada penyidik mereka mengaku setelah  menghabisi korban lalu mengepel lantai rumah untuk menghapus bercak darah.

Mereka lalu membawa kabur uang, dua mobil, serta perhiasan milik keluarga Budi. Sedangkan pipa besi yang digunakan dibuang ke Sungai Cimanuk untuk menghilangkan barang bukti.

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang menuturkan, R merupakan seorang residivis. Setelah melarikan diri hingga ke Surabaya, keduanya ditangkap saat berencana kabur menjadi anak buah kapal.

Pihaknya juga masih mendalami apakah R berencana membunuh semua korban atau hanya diawali oleh R.

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar menambahkan, korban dan pelaku sebenarnya saling kenal.

“Hubungan korban dan pelaku hanya saling kenal dan pernah bekerja bersama dengan salah satu korban di salah satu bank,” ujarnya.

Warga sekitar menjadi saksi pertama yang menemukan tanda-tanda keberadaan jasad korban. Ema (55), kerabat korban, mencium bau busuk dari arah rumah.

“Awalnya kami curiga karena keluarga Sachroni tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari. Rumah juga sepi tanpa aktivitas,” kata Ema.

Kecurigaan makin kuat saat ia bersama tetangga mendobrak pintu rumah. Dari arah belakang, tercium bau menyengat dari gundukan tanah di bawah pohon nangka.

“Pas dilihat lebih dekat, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Itu jasad Haji Sachroni. Saya langsung minta tolong,” ucapnya.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus yang mengguncang warga Indramayu ini.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris