MHNEWS.id.- Beberapa lembaga survei merilis elektabilitas Ridwan Kamil ketika diposisikan sebagai calon wakil presiden (cawapres) selalu menempati nomor urut pertama dengan prosentasi tinggi.
Itulah sebabnya, Kang Emil demikian sapaa akrabnya, selalu digadang-gadang untuk menjadi cawapres oleh berbagai kalangan politisi maupun pengamat. Selain itu, Ridwan Kamil juga digadang-gadang untuk menjadi Gubernur DKI.
Tingginya elektabilitas Ridwan Kamil (RK) sebagai cawapres karena selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar) dinilai berhasil. Bahkan RK secara nyata telah mengantarkan Provinsi Jawa Barat terbaik se-Indonesia.
Namun demikian, RK sendiri secara terus terang lebih condong menginginkan melanjutkan kepemimpinannya di Jabar daripada ‘godaan’ tawaran-tawaran ke pentas nasional.
Hal itu diungkapkan RK saat pamitan kepada para pejabat dan pegawai di lingkungan Provinsi Jabar di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (4/9/2023) pagi dalam kegiatan apel.
Usai meminta maaf dan minta didoakan agar tak terjebak dalam godaan yang tidak semestinya, Emil menyatakan, dia ingin melanjutkan periode kedua sebagai gubernur.
“70 persen hati saya adalah ingin melanjutkan jadi Gubernur Jabar lagi karena itu paling nyata, paling realistis, tapi jeda setahun itu takdir bisa berubah-ubah. Ada gosip nasional, tapi nasional banyak plot twist, banyak tikungan,” ungkapnya.
Sebelumnya, pernyataan serupa juga dilontarkan Emil saat menghadiri konser West Java Festival 2023 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Jabar, Minggu (3/9/2023).
Selain membeberkan prestasi yang diraih Jabar selama masa kepemimpinannya, Emil pun mengenang sosok putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz.
“Itu adalah ujian terbesar saya, tapi berkat doa-doa rakyat Jawa Barat, saya bisa melaluinya, dengan tekad kuat, walaupun Eril sudah tidak ada, Jawa Barat menjadi provinsi terbaik di Indonesia,” tutur Emil diikuti riuh tepuk tangan penonton.
Pada acara yang dihadiri oleh banyak pemuda itu, dia menegaskan, anak muda harus turut andil dalam upaya pengentasan kebodohan, ketidakadilan, dan korupsi.
“Dulu saya adalah warga yang marah dengan ketidakadilan, dengan kotoran. Saya nyalakan lilin dari sebuah kota yang namanya Bandung, bersinar terus menyalakan sebuah cahaya. Saya ingatkan lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan,” papar Emil.
Emil melanjutkan, besok setelah masa jabatannya berakhir, dia akan kembali menjadi pria biasa, bapak rumah tangga, dan mengurus berbagai urusan sehari-hari keluarga.
Menurutnya, dia kini belum tahu akan ke mana dan menjadi apa. Namun, apa pun takdirnya, dia berharap bisa terus saling mendoakan.
“Mari kita bersama-sama jaga nyala lilin-lilin kita semua, tentunya cahaya itu perlu untuk menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Wawan Idris




