MHNEWS.id.- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan menggelar kegiatan Sosialisasi Penetapan Daerah Terbatas Terlarang (DTT) untuk wilayah Perairan Terminal Khusus (Tersus) Balongan yang dilaksanakan 20-21 Maret 2023.

Hadir mengikuti kegiatan tersebut General Manager PT KPI Unit VI Balongan, Diandoro Arifian, Manager MPS Nanang H., Manager Produksi II M. Taufik, Manager General Support M. Anis,  Area Manager Communication, Relation & CSR, M. Zulkifli, serta perwakilan dari PT KPI Pusat.

Kegiatan sosialisasi di hari pertama diawali dengan pemberian materi sosialisasi kepada stakeholder dari KUPP Indramayu, KKP Indramayu, DLH Indramayu, Polres Indramayu, Polairud Indramayu, dan Polsek Balongan.

Turut memberi materi Pangkalan TNI AL Cirebon, Kodim 0616 Indramayu, Koramil  1601, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI), Serikat Nelayan Tradisional (SNT) Indramayu, Kuwu Desa Balongan, dan Kuwu Desa Majakerta. Kegiatan berlangsung di Hotel Patra Jasa, Cirebon.

Manager Marine Compliance & Stakeholder Management, Capt. M. Hariyanto yang menjadi pemateri utama menjelaskan bahwa Daerah Terbatas Terlarang Tersus Balongan terdiri dua wilayah perairan.

Pertama, Daerah Terlarang yaitu wilayah perairan dengan diameter 500 Meter dari Submarine Pipe Line (SPL), Single Point Mooring existing Refinery (SPM), Island Berg ataupun Dermaga dimana wilayah ini tidak dapat dilewati dan tidak diperbolehkan ada kegiatan apapun selain kegiatan operasional PT KPI Unit VI Balongan.

Kedua, Daerah Terbatas yaitu wilayah perairan dengan diameter 1700 Meter dari sarana dan prasarana PT KPI Unit VI Balongan yang dapat dilewati tetapi tidak diperbolehkan ada kegiatan apapun selain kegiatan operasional PT KPI Unit VI Balongan.

Pada DTT PT KPI Unit VI Balongan ini terdapat berbagai fasilitas dengan kategori potensi bahaya yang tinggi seperti SPM/SPL. Jika terjadi insiden akan mengakibatkan kebakaran maupun pencemaran.

“Bahkan lebih parah lagi akan terjadi kerusakan ekosistem laut yang akan merugikan, baik bagi PT KPI Unit VI Balongan juga masyarakat, khususnya para nelayan,” papar Capt. M. Hariyanto.

General Manager (GM) PT KPI Unit VI Balongan, Diandoro Arifian menyampaikan, Unit VI Balongan mengharapkan dukungan penuh dari stakeholder untuk menjaga DTT sekaligus diminta menyampaikan kembali kepada masyarakat luas untuk disikapi dengan bijak.

Hal ini penting dilakukan demi keamanan dan kelancaran operasional Kilang Unit VI Balongan dan keselamatan nelayan serta Pekerja.

“Dengan sinergi yang baik antara PT KPI Unit VI Balongan dan stakeholder terkait, kami yakin kelancaran operasional kilang dapat terjaga, keselamatan nelayan, pekerja, dan ekosistem laut pun terlindungi”, kata Diandoro.

Lebih dari itu, keberlangsungan kegiatan operasional kilang dapat berjalan dengan lancar. Demikian juga kegiatan ekonomi masyarakat akan terus tumbuh sehingga keberadaan kilang ini benar-benar memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Penulis  : Iir Sairoh
Editor    : Wawan Idris