MHNEWS.id.- Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Indramayu terus dilakukan melalui berbagai program.
Program sebelumnya berupa pemberian sembako atau bahan makanan mentah yang diberikan untuk anak-anak stunting, kini menjalankan program pemberian makanan tambahan atau sajian yang sudah matang yang dikemas dengan kegiatan makan bersama anak-anak.
Langkah inovatif ini bertujuan percepatan penurunan stunting. Kegiatan demikian seperti yang dilaksanakan di Kecamatan Balongan.
Hal itu dikatakan Kepala UPTD Puskesmas Balongan drg. Nova Natalia seusai kegiatan makan bersama anak-anak program pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilaksanakan di aula kantor Camat Balongan, Senin (3/6/2024).
“Pengen ada penurunan lagi angka stunting, jadi ibu bupati memberikan inovasi. Inovasinya ini (PMT). Biasanya pemberiannya kan mentah, sekarang pemberiannya langsung (makan bersama anak-anak/makanan sudah matang), biar dirasakan langsung ke anaknya,” jelas Nova.
Ia menilai upaya tersebut lebih tepat untuk percepatan penurunan angka stunting. Berbeda dengan pemberian sembako yang dinilai kurang tepat, karena pemberian sembako justru dikonsumsi juga sekeluarga selain anak stunting.
Sedangkan program PMT kali ini, kata dia, lebih tepat dan mengarah pada percepatan penurunan stunting. Hal itu menuju Kabupaten Indramayu zero atau nol stunting.
“Turut berperan juga ahli gizi, dan (makanan) diberikan juga oleh catering yang sudah bersertifikat. Jadi, gizinya lebih terukur, kandungan proteinnya tinggi. Jadi, tepat untuk penurunan angka stunting,” ucapnya.
Ia berharap program tersebut yang telah dilakukan beberapa kali ini dapat mempercepat penurunan stunting, khususnya di wilayah Kecamatan Balongan.
“Pemberian sembako yang mentah aja ada penurunan, apalagi ini PMT akan lebih cepat lagi menurunkan angka stunting,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Balongan, Baman, menilai makan bersama anak-anak program PMT sangat bagus untuk percepatan penurunan angka stunting. Menurutnya, program tersebut akan cepat menuju sasaran jika dilaksanakan terus-menerus dan diperhatikan semua pihak.
“Urusan stunting ini nggak bisa sendiri-sendiri, harus bareng-bareng. Puskesmas nggak bisa sendiri, bupati nggak bisa sendiri, camat nggak bisa sendiri. Karena urusan stunting ini urusan kita semua, urusan kita bersama,” ucap Baman.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




