MHNEWS.id.- Ibu-ibu hamil harus memahami tentang 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu sejak pertama diketahui hamil hingga anak terlahir menginjak usia dua tahun.

Pada masa yang disebut dengan 1.000 HPK itu menjadi waktu yang berharga bagi Ibu-ibu untuk memperhatikan asupan gizi dan rutin memeriksakan kehamilan ke bidan/dokter supaya calon buah hati terlahir sehat.

Setelah buah hati lahir, ibu-ibu harus menyusui (memberikan ASI) secara maksimal, memberi makanan dengan gizi seimbang, dan memeriksakan pertumbuhan berat dan tinggi badan ke Posyandu secara rutin.

Anjuran tersebut juga menjadi bagian dari upaya agar anak tidak menderita stunting. Sebab pencegahan stunting dilakukan secara dini itu jauh lebih baik.

Hal itu dikatakan Kepala UPTD Puskesmas Balongan, drg. Nova Natalia melalui petugas gizi, Sohekah Nurdiani, S.K.M,. M.M. pada kegiatan kelas ibu dan balita di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan.

“Disosialisasikan kepada ibu-ibu supaya memperhatikan asupan gizi untuk anak pada 1.000 HPK. Upaya ini juga untuk mencegah stunting pada anak,” katanya, kepada MHNEWS.id, Rabu (13/9/2023).

Ia menegaskan bahwa 1.000 HPK tersebut ibu-ibu harus memenuhi gizi untuk anak. “Karena akan berpengaruh untuk kehidupan anak ke depannya,” ucapnya.

Bidan Desa Sudimampir, Sri Setianingsih, S.S.T. menyarankan ibu hamil agar mengonsumsi gizi yang cukup. Sebab, pertumbuhan anak setelah lahir tergantung pada gizi yang diserap saat dalam kandungan.

“Gizi yang baik itu harus dipenuhi sejak hamil. Jangan sampai berpikir akan memberikan makanan bergizi dan enak nanti setelah bayi lahir,” katanya.

Ia berharap kegiatan kelas ibu dan balita tersebut dapat memberikan pemahaman kepada ibu-ibu tentang pentingnya asupan gizi yang baik pada masa 1.000 HPK. Dengan demikian, angka stunting pada anak di Kabupaten Indramayu dapat ditekan.

“Supaya bayi lahir sehat, tidak ada gizi buruk, tidak ada stunting untuk generasi yang akan datang,” jelasnya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris