MHNEWS.id.- Keluarga Indonesia diminta mewaspadai penyakit infeksi menular bernama HIV/AIDS. Penyakit tersebut dibilang ganas dengan lonjakan kasus luar biasa per tahunnya.

Hal itu dikatakan anggota Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si mengutip penjelasan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada kegiatan Germas Bersama Stakeholder Program HIV AIDS yang merupakan kegiatan kemitraan Kemenkes RI dengan Komisi IX DPR RI.

“Hampir 70 persen setiap tahun penambahan kasusnya,” kata Netty usai kegiatan tersebut yang dilaksanakan di gedung PGRI Sindang, lndramayu, Senin (25/9/2023).

Netty menyebutkan penyumbang terbesar penular HIV/AIDS di Jawa Barat maupun nasional adalah LSL atau lelaki suka lelaki.

“Oleh karena itu, dalam sosialisasi tadi saya ingatkan kepada masyarakat untuk mulai memperhatikan pola pengasuhan di keluarga masing-masing. Untuk mulai membangun ketahanan keluarga,” tegasnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut mencemaskan untuk keberlanjutan generasi berikutnya. Pada era ini juga memang mencemaskan dengan kondisi anak-anak tumbuh besar bukan hanya karena proses pengasuhan di dalam rumah, melainkan oleh kemajuan teknologi.

“Ada pornografi, ada film dewasa, ada penyimpangan seksual, yang semuanya itu saling berkontribusi satu sama lain yang kemudian berdampak pada satu penyakit namanya infeksi menular HIV/AIDS,” ujarnya.

Menurut Netty, tak semestinya negara dibebani untuk pengobatan sepanjang hidup penderita HIV/AIDS, bahkan sebetulnya memang tak ada obat yang menyembuhkan penyakit tersebut. Teramat banyak tanggungan pemerintah jika masyarakatnya banyak mengidap HIV/AIDS.

“Berikutnya tentu saja ini akan mempengaruhi produktivitas nasional. Secara beruntun akan berdampak pada pendidikan anak-anak, aspek sosial, interaksi sosial di tengah masyarakat akan terganggu dalam tanda kutip, sehingga ini yang harus menjadi kewaspadaan masyarakat” katanya.

Ia berharap masyarakat memiliki pengetahuan dan kesadaran agar tak menjadi korban penularan HIV/AIDS. “Jangan sampai jadi korban, baru tahu bahwa penyakit ini penyakit mematikan dan mengancam masa depan bangsa,” pungkasnya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris