MHNews.- Katakanlah, “Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Alloh pasti mengetahuinya. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Ali Imran:29)
Tujan menunaikan ibadah haji seharusnya hanya untuk mendapatkan ridho dan rahmat Alloh Subhanahuwataala. Singkirkan jauh-jauh dari pikiran dan hati, selain dari tujuan itu, semisal demi gelar dan panggilan haji.
Manakala seseorang pergi haji itu hanya untuk mencari nama dan agar dipanggil “Pak Haji, Bu Hajjah” maka pahala ibadah hajinya bisa berkurang bahkan gugur. Alih-alih meraih haji atau hajjah mabrur, malah sebaliknya pahalanya gugur.
Fenomena orang-orang berhaji demi panggilan ‘Pak Haji atau Bu Hajjah’ sudah tidak asing lagi di Indonesia. Karena fenomena ini tidak jarang, ada orang yang sudah berhaji lantas menunjukkan sikap tidak respon manakala dipanggil tanpa gelar ‘haji’nya itu.
Bahkan tidak sedikit yang secara terang-terangan mengungkapkan, “Saya sudah haji, lho. Mana gelar hajinya, koq gak disebut?” Ungkapan seperti ini lebih mendekati pada riya.
Menyikapi hal ini sebaiknya penyebutan gelar haji tidak perlu lagi, apalagi secara belebih-lebihan. Sampai-sampai ketika dipanggil hanya namanya saja dan tidak ada gelar hajinya, yang bersangkutan tidak mau merespon, atau bahkan marah.
Haji, bukanlah gelar yang harus dipasang di depan nama berderet dengan gelar-gelar kebangsaan, akademik, dan pangkat, ditulis di ijazah, sertifikat, piagam penghargaan, dan KTP.
Pencantuman dan pemanggilan gelar haji tidak dicontohkan Rosululloh Sholallohualaihiwasalam. Para sahabat Nabi Muhammad Sholallohualaihiwassalam pun tidak ada yang dipanggil haji dan bergelar haji padahal mereka dipastikan sudah menunaikan ibadah haji.
Mereka, para sahabat, tabi’in, tidak memakai gelar ‘haji’ karena ‘haji’ bukanlah gelar. ‘Haji’ adalah ibadah yang termasuk rukun Islam kelima. Dan sunnah dari ibadah itu sebaiknya disembunyikan.
“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagi dan Alloh akan menghapus Sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Baqoroh:271) (wawan idris)


