32.1 C
Indramayu
Rabu, April 22, 2026


Tak Ada Kurban tanpa Keimanan, Ketaqwaan, Keikhlasan, dan Kesabaran

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Sungguh berat melakukan ibadah qurban bagi orang-orang yang lebih mencintai dunia daripada akhirat.

Alloh Azza wa Jalla berfirman, “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata:

- Advertisement -

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”

Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lalukanlah apa yang diperintahkan (Alloh) kepadamu; insya Alloh engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” [Q.S. As-Saffat: 101-102].

Menunaikan ibadah kurban dengan ditandai penyembelihan hewan (domba/kambing, sapi, kerbau, atau unta) merupakan perbuatan yang menuntut keimanan, ketaqwaan, keikhlasan, dan kesabaran.

Tanpa keempat hal tersebut seorang muslim akan sangat berat menunaikan ibadah qurban ini. Sebagai bukti banyak muslim yang berkemampuan (kaya raya) tapi tidak pernah berqurban walau seekor kambing.

Tanpa keempat hal tadi, seorang muslim meskipun secara ekonomi mampu membeli satu, bahkan dua, tiga atau lebih domba/kambing, sapi, kerbau, atau unta dipastikan tidak akan pernah menunaikan ibadah qurban.

Baca Juga :  Akibat Serangan ‘Hacker’, Layanan Digital BSI Terganggu dan Hambat Proses Pelunasan Biaya Haji Indramayu

Sebaliknya, ketika seorang muslim memiliki empat hal tadi (iman, taqwa, ikhlas, dan sabar) dia akan berusaha menunaikan ibadah kurban. Ia akan berusaha mendapatkan hewan sembelihan walau dengan terlebih dahulu berhutang (dengan keyakinan ia bisa membayar utangnya itu).

Tak dapat disangkal, jika ibadah kurban itu sangat berat. Terbukti, dari 1,7 juta lebih rakyat Indramayu saat ini atau 700.000 jiwa yang mampu, tidak sampai 50 persennya atau 350.000 jiwa yang menunaikan ibadah kurban.

Tidak ada data akurat, memang. Namun realitasnya, jumlah hewan kurban se Kabupaten Indramayu tidak akan sampai 350.000 ekor.

Padahal di balik ibadah kurban itu, setidaknya ada empat hikmah yang mulia, yaitu:

Pertama, bersyukur kepada Alloh Tabaroqta’ala atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.

Kedua, menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim alaihis salaam. Kala itu Nabi Ibrahim diperintahkan Alloh Tabaroqta’ala menyembelih anak yang sangat dicintainya Nabi Ismail.

Ketiga, meneladani kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihis salaam. “ “Wahai ayahku! Lalukanlah apa yang diperintahkan (Alloh) kepadamu; insya Alloh engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” [Q.S. As-Saffat: 102].

Baca Juga :  Babak Baru Penyelenggaraan Haji di Tangan Kemenhaj, ‘Raja’ OTT KPK Jadi salah satu Pejabatnya

Keempat, ibadah kurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai hewan qurban.

Surat Al Hajj menegaskan bahwa kurban itu harus dilandasi ketaqwaan. Namun sekali lagi, kedua ibadah agung ini akan berat dilaksanakan tanpa iman, taqwa, ikhlas, dan sabar.

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Alloh, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan kamu.

Demikian Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan  kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-Hajj:37).

“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah.” [Q.S. Al Kautsar: 2]. Dalam surat Al Kautsar ini Alloh Tabaroqta’ala sangat tegas memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk shalat dan berqurban.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler