MHNEWS.ID.- Saat Idul Adha, umat Islam banyak yang menyembelih hewan (unta, sapi, kambing atau domba) untuk kurban sebagai bentuk ibadah kepada Alloh Azza wa Jalla.
Dalam Islam hewan yang akan dikurbankan harus memenuhi syarat tertentu agar ibadah diterima Alloh Azza wa Jalla.
Selain harus memenuhi syrat secara syar’i, penting juga memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat agar daging yang dibagikan aman dikonsumsi.
Praktisi kesehatan hewan, drh. Mochamad Aji Purbayu, M.Sc., mengatakan pemilihan hewan kurban yang tepat berperan penting dalam mencegah penularan penyakit dari hewan kepada manusia, atau yang dikenal sebagai penyakit zoonosis.
Aji Purbayu yang juga anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), memberikan tips cara memilih hewan untuk kurban yang sehat dan aman dikonsumsi berikut ini.
Pastikan hewan kurban sehat
Hewan kurban yang sehat akan menghasilkan daging yang layak konsumsi dan aman bagi masyarakat. Pemeriksaan kesehatan hewan juga penting untuk mencegah penularan penyakit yang tersembunyi.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban:
Tanyakan pada penjual apakah hewan telah diperiksa oleh dokter hewan dan memiliki surat keterangan kesehatan.
Hindari membeli ternak dari lokasi penggembalaan di tempat pembuangan sampah.
Perhatikan kondisi bulu yang bersih dan mengilap.
Gelambir pada leher (pada sapi) tidak terlihat bengkak berisi cairan.
Hewan tampak lincah, gemuk, dan tidak lesu Nafsu makan baik dan tidak menunjukkan gejala diare.
Lubang tubuh (mulut, mata, telinga, anus) bersih dan normal.
Cuping hidung sapi basah, bukan kering, karena cuping yang kering dapat menandakan demam.
Refleks mata baik dan tidak ditemukan cairan mencurigakan.
Untuk memastikan kondisi suhu tubuh, Aji juga menyarankan membawa termometer dan berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai suhu normal masing-masing spesies ternak.
Tidak cacat secara fisik
Selain sehat, hewan kurban juga harus tidak cacat. Hal ini merupakan syarat sah dalam ibadah kurban. Berikut ciri-ciri hewan yang tidak mengalami cacat:
Dapat berjalan normal, tidak pincang.
Tidak buta atau mengalami gangguan pada salah satu mata.
Telinga dalam kondisi utuh (bekas tanda seperti eartag bukan termasuk cacat).
Refleks alat gerak normal, termasuk pada kuku.
Untuk hewan jantan, testis masih lengkap dua buah, berbentuk simetris.
Ekor dalam keadaan utuh, tidak terpotong sebagian maupun seluruhnya.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara kasat mata maupun dengan menyentuh bagian tubuh tertentu untuk memastikan respons normal dari hewan.
Telah mencapai umur yang ditentukan
Kecukupan umur juga menjadi syarat utama hewan layak dijadikan kurban. Pemeriksaan gigi menjadi indikator paling umum untuk memastikan usia hewan.
Berikut panduannya:
Gigi hewan harus lengkap dan tidak cacat.
Kambing atau domba harus berusia lebih dari 1 tahun, ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap berwarna lebih gelap.
Sapi atau kerbau harus berusia lebih dari 22 bulan (sekitar 2 tahun), juga ditandai dengan adanya sepasang gigi tetap.
Hewan tidak dalam kondisi kurus atau kurang gizi.
Memastikan usia yang cukup tidak hanya penting dari sisi keagamaan, tetapi juga dari sisi fisiologis agar daging yang dihasilkan matang secara optimal.
Kesehatan hewan, kesehatan manusia
Pemilihan hewan kurban yang tepat tidak hanya berkaitan dengan sah atau tidaknya ibadah, tetapi juga merupakan langkah preventif untuk melindungi kesehatan manusia.
Hewan yang terjangkit penyakit bisa menularkan bakteri atau virus melalui daging atau cairan tubuhnya, terlebih jika penanganan dan pemotongan tidak higienis.
Oleh karena itu, Aji menekankan pentingnya memilih hewan kurban dari tempat penjualan resmi dan memastikan hewan telah mendapat pemeriksaan kesehatan yang layak.
Ibadah kurban bukan hanya tentang niat dan keikhlasan, tetapi juga tanggung jawab terhadap sesama.
Dengan memilih hewan yang sehat, tidak cacat, dan cukup umur, masyarakat tidak hanya menjalankan ibadah sesuai syariat, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan publik.
Pastikan Anda membeli hewan kurban dari sumber terpercaya dan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum berkurban tahun ini.
Penulis: Wawan Idris


