27.9 C
Indramayu
Jumat, Januari 9, 2026


9 BUMN Kreditur bjb Senilai Rp 3,5 Triliun Ngemplang, Komut Ancam akan Buka ke Publik

MHNEWS.ID.- Komisaris Utama (Komut) Bank bjb, Bosman Mardigu mengungkapkan 9 BUMN yang mendapatkan kredit dari bjb tidak pernah membayar angsuran.

Dijelaskan Bossman, sejak 1 sampai 2 tahun lalu pembayaran pinjaman dari sembilan BUMN tersebut sudah tidak lancar. Bahkan sekarang juga belum ada pembayaran cicilannya.

- Advertisement -

Atas pemberian kredit yang cacat prosedural tersebut, Bossman Mardigu mengatakan bahwa masalah tersebut dibuka ke publik.

Kenapa? Karena bank bjb adalah bank masyarakat Jawa Barat dengan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota.

Selain itu bank bjb juga sudah perusahaan terbuka. Transparansi kata Bossman Mardigu di bank bjb harus dilakukan dan itu amanat dari Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM).

“Pak KDM telah memberikan contoh dalam masalah transparansi. Hal ini harus dilaksanakan juga di bjb,” ujarnya sebagaimana ditulis “PR”.

Selain transparan, perlu diketahui bahwa selama ini bank bjb memberikan deviden kepada pemerintah daerah selalu pemegang saham. Uang deviden tersebut dipergunakan untuk pembangunan daerah.

“Kalau kredit Rp 3,5 triliun macet bukan saja berdampak kepada bank saja tapi juga kepada pemerintah daerah lantaran nilai deviden yang diberikan bank bjb tentu berdampak,” jelasnya.

Baca Juga :  Mobil Mercy yang Disita KPK dari Ridwan Kamil Diserahkan kepada Ilham Habibie, Ini Alasannya

Untuk itu atas masalah pemberian kredit tersebut, semestinya BUMN yang selama ini dengan tagline Akhlak (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) agar tagline tersebut betul betul dibuktikan juga dengan kredit yang diterima dari bank bjb.

“Tagline Akhlak tersebut seyogyanya diperlihatkan oleh BUMN yang menerima kredit dari bjb, ” katanya.

Kemudian pihaknya akan menemui Kementerian BUMN agar memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas kredit yang telah diterima 9 BUMN tersebut.

Kemudian semua pihak di bjb seperti komisaris dan direksi tentu harus bertanggungjawab atas pemberian kredit tersebut. Seperti komisaris kan menerima gaji tentu juga harus ikut bertanggungjawab.

Kata Bossman Mardigu, dirinya yang diberikan amanah sebagai komisaris bertekad mewujudkan keinginan dari Gubernur KDM untuk membuat bank bjb besar.

Oleh karena itu saat ini dilakukan bersih-bersih di bjb. Dibedah masalah apa saja yang terjadi dan melakukan transparansi.

Tentang masalah kredit ke sembilan BUMN tersebut dibuka ke publik kata Bossman Mardigu, bukan untuk menjelekan bank bjb. Justru ini bagian untuk memperbaiki bjb.

Baca Juga :  Bingung Dililit Kredit UMKM di Bank? Tenang, Pemerintah Berencana Akan Menghapusnya

Ini bagian dari penerapan transparansi. Kalau pemberian kredit itu bermasalah maka meminta maaf dan preseden tersebut agar tidak diulangi lagi.

“Saya akan menjalankan amanah yang disampaikan oleh KDM untuk menjadikan bank bjb besar. Apa yang dilakukan bersih bersih bjb adalah bagian dari upaya memperbaiki bjb agar nantinya menjadi bank besar,” ucapnya.

Penulis: Wawan Idris

 

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler