27.9 C
Indramayu
Jumat, Januari 9, 2026


Dedi Mulyadi Kembali Ukir Prestasi, Jawa Barat Paling Diminati untuk Berinvestasi

MHNEWS.ID.- Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Jawa Barat juga para Ketua RT dan RW sampai dengan Bupati dan Wali Kotanya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para kepala dusun, perangkat desa, kepala desa, lurah, camat, para kepala dinas penanaman modal satu pintu di seluruh provinsi Jawa Barat,” ujarnya dalam Chanel YouTub pribadinya, Rabu (30/7/2025).

- Advertisement -

Ucapan terima kasih itu disampaikan Dedi karena berkat kerja sama seluruh komponen masyarakat dan pemerintahan dari mulai RT dan RW.

JUga berkat para Kepala Dusun, Desa, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, dan Kota, Provinsi Jawa Barat kini menjadi daerah yang paling diminati investor.

Dijelaskan Dedi, Jawa Barat sampai dengan saat ini, Juli 2025 menjadi provinsi yang paling diminati oleh para investor. Total modal yang masuk ke Jawa Barat sudah mencapai Rp 72,5 triliun.

“Ini menunjukkan bahwa seluruh kinerja yang dilakukan, menjaga iklim investasi dari berbagai gangguan premanisme, dari berbagai gangguan hambatan-hambatan investasi, kita bisa menanganinya dengan baik,” paparnya.

Baca Juga :  MenPAN-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik, Bupati Nina Agustina: MPP Harus Jadi Pengungkit Investasi

“Tinggal bagaimana seluruh investasi ini memiliki dampak pada keterserapan tenaga kerja di Jawa Barat,” sambungnya.

Gubernur Dedi juga menjelaskan, mulai Agustus 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah memberlakukan lamaran berbasis digital, tidak lagi manual.

Dengan modernisasi dan digitalisasi ini, masyarakat atau pencari kerja sudah ada dalam sistem data di Dinas Tenaga Kerja Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

“Perusahaan tinggal mengkoneksikan, dan mereka kalau memiliki lapangan kerja atau lowongan kerja tinggal mengundang orang-orang yang punya kapasitas untuk bekerja di perusahaannya,” katanya.

“Mereka itulah yang kemudian akan diseleksi oleh perusahaan pencari kerja. Setelah lulus dan dinyatakan diterima baru mengurus persyaratan,” sambungnya.

“Jangan sampai persyaratan dibuat tetapi tidak lulus padahal sudah mengeluarkan biaya yang banyak,” pungkasnya.

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler