31.1 C
Indramayu
Sabtu, April 18, 2026


Pada Zaman Fitnah saat ini Janganlah Mudah Percaya Berita, Waspadalah!

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Allâh Azza wa Jalla memerintahkan (kita) untuk bergegas melakukan segala kebaikan yang dikhawatirkan akan luput.

Saat ini suatu berita atau kabar begitu cepat dan mudah beredar di media sosial. Kabar baik maupun kabar buruk (yang benar) dan kabar bohong atau hoax berseliweran hampir detik di aplikasi perpesanan kita.

- Advertisement -

Kabar hoax memenuhi ruang publik saat akan ada peristiwa politik, seperti prilaku anggota legislatif, bupati atau wali kota, gubernur, apalagi pemilihan presiden dan para menterinya.

Akibat kabar hoax itu banyak pihak yang dirugikan, bahkan kerap mengancam keutuhan bangsa.

Islam menyadari akibat buruk dari kabar hoax dan bersikap terburu-buru menyikapinya tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya. Dalil-dalil tentang hal ini yaitu antara lain:

Firman Allâh Azza wa Jalla:

Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Q.S. al-Hujurât: 6].

Baca Juga :  Simak Baik-baik, Inilah Dua Ancaman Keras bagi Pelaku Riba Ketika di Dunia

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil Amri).” [an-Nisâ’: 83].

Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna.” [Q.S. Yûnus: 39].

Termasuk dalam kaidah ini yaitu perintah agar memusyarawahkan segala sesuatu, senantiasa waspada serta tidak mengucapkan sesuatu yang tidak diketahui dengan pasti.

Dan bergegaslah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. [Q.S. Ali Imrân: 133].

Semua petunjuk, tuntutan, dan pelajaran dari Allâh Azza wa Jalla yang sangat sempurna ini sekaligus merupakan perintahkan kepada para hamba-Nya untuk dijalankan.

Tujuannya agar para hamba senantiasa tegar, tidak kehilangan kesempatan untuk melakukan kebaikan dan senantiasa memastikan sesuatu karena khawatir akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan.

Baca Juga :  Mengenal Ciri-ciri Kesombongan (Bagian 1)

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler