28.9 C
Indramayu
Selasa, Januari 13, 2026


Benarkah Banyak Minum Air Bisa Rusak Ginjal? Ini Penjelasan Dokter…

MHNEWS.ID.- Di kalangan masyarakat dikenal terapi minum air sebanyak minimal delapan gelas setiap hari dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit dan menjaga kesehatan.

Namun akhir-akhir ini banyak juga informasi bahwa terafi minum air bening sebanyak delapan gelas setiap hari ini ternyata malah memicu berbagai penyakit.

- Advertisement -

Mana yang benar?

Minum air putih memang penting untuk menjaga kesehatan, namun konsumsi cairan secara berlebihan justru bisa berdampak buruk.

Overhidrasi atau kelebihan cairan tubuh bisa membebani ginjal dan memicu gangguan keseimbangan elektrolit.

Overhidrasi terjadi saat tubuh menerima lebih banyak cairan daripada yang mampu dibuang oleh ginjal.

Akibatnya, kadar natrium dalam darah bisa turun terlalu rendah (hiponatremia), dan menyebabkan berbagai gejala seperti mual, lemas, hingga pembengkakan sel.

Penjelasan ini disampaikan oleh dokter spesialis urologi, dr. I Nyoman Palgunadi, SpU, melalui akun Instagram pribadinya yang dikutip Kompas.com, Sabtu (14/6/2025).

Apa itu overhidrasi?

Overhidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kelebihan cairan sehingga ginjal kesulitan menyaring dan mengeluarkannya.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti hiponatremia.

Baca Juga :  Menkes Ingatkan, Pemilik Lingkar Pinggang Besar Bahaya dan Cepat Meninggal Dunia

“Banyak minum air memang baik, tapi kalau berlebihan justru bisa membebani ginjal dan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Apalagi jika ada gangguan fungsi ginjal!” tulis dokter yang kerap disapa Dokter Palgunadi tersebut.

Dampak overhidrasi pada ginjal Dalam jangka panjang, beban kerja ginjal yang meningkat akibat cairan berlebih dapat menurunkan fungsinya secara keseluruhan.

Selain itu, tubuh juga bisa mengalami retensi cairan, yang ditandai dengan pembengkakan di bagian tubuh seperti wajah, tangan, atau kaki.

“Overhidrasi bisa memicu hiponatremia, membuat tubuh lemas, mual, hingga pembengkakan,” jelas Palgunadi dalam unggahannya.

Kondisi ini dapat diperparah jika seseorang memiliki gangguan fungsi ginjal sejak awal. Ketika ginjal tidak mampu bekerja optimal, risiko komplikasi akibat cairan berlebih menjadi lebih besar.

Kenali tanda-tanda overhidrasi

Menurut Palgunadi, beberapa tanda yang dapat menunjukkan seseorang mengalami overhidrasi antara lain:

Urine sangat bening dan terlalu sering buang air kecil

Merasa mual atau pusing tanpa sebab jelas

Terjadi pembengkakan pada tangan, kaki, atau wajah

Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan dan perlu dievaluasi lebih lanjut terutama jika terjadi berulang.

Baca Juga :  Sangat Penting! Orang Dewasa Wajib Cukup Tidur, Ini Penjelasan Dokter

Palgunadi mengingatkan pentingnya menyesuaikan asupan air dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

“Pastikan minum secukupnya sesuai kebutuhan tubuh, tidak kurang dan tidak berlebihan! Lebih baik cek juga fungsi ginjal secara berkala ya!” tulisnya.

Kebutuhan cairan bisa berbeda-beda tergantung aktivitas fisik, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan.

Karena itu, tidak perlu memaksakan diri minum dalam jumlah besar jika tubuh tidak memerlukannya.

Meski minum air putih baik untuk kesehatan, konsumsi yang berlebihan justru bisa menimbulkan risiko seperti gangguan fungsi ginjal dan hiponatremia.

Untuk itu, penting memahami batas kebutuhan cairan harian tubuh dan memantau fungsi ginjal secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Penulis: Nia Herlina [Pengurus PKK Kabupaten Indramayu]

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler