ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Pada bulan Syawal terjadi beberapa peristiwa besar, diantaranya Perang Khandaq.
Disebut perang Khandaq karena saat itu Salman Al-Farisi mencetuskan sebuah strategi pembuatan parit yang dalam dan lebar untuk menghalau musuh.
Pada perang Ahzab ada beberapa suku yang bersekutu melawan kaum muslimin, mereka yaitu:
- Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan, lalu ada berbagai kabilah Arab yang mengikutinya,
- Bani Sulaim di bawah pimpinan Sufyan bin ‘Abdi Syams,
- Ghathafan di bawah pimpinan ‘Uyainah bin Hishn,
- Bani Murrah di bawah pimpinan Harits bin ‘Auf,
- Asyja‘ di bawah pimpinan Mas’ar bin Rukhailih.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetujui ide membangun parit untuk menghalau pasukan musuh untuk masuk kota Madinah. Bahkan, Rasulullah dengan tangannya sendiri ikut bersama-sama membangun parit pertahanan itu.
Total pasukan Muslim mencapai tiga ribu orang, sedangkan pasukan sekutu kaum musyrik sebanyak sepuluh ribu orang. Dalam perang ini, kubu musyrik mengalami kekalahan karena diterjang angin puyuh setelah menunggu lama di luar parit.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan kebinasaan untuk pasukan gabungan seraya berdoa,
اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اللَّهُمَّ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
“Ya Allah, yang menurunkan kitab, yang cepat dalam menghisab, hancurkanlah pasukan gabungan Ahzab! Ya Allah hancurkanlah dan luluh-lantakkanlah mereka!” [H.R. Bukhari, no. 4115, Fath Al-Bari, 7:406].
Allah memberi pertolongan kepada kaum muslimin di mana disebutkan dalam ayat,
وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمْرِهِۦ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” [Q.S. Yusuf: 21].
Sejak perang Khandaq (Ahzab), kaum muslimin tidak lagi bertahan (defense), tetapi mereka yang akan memulai penyerbuan. Semoga bermafaat.
Penulis : Wawan Idris
Sumber: rumaysho.com


