mhnews.id.- Pasal 7 UUD 1945 hasil amandemen menyatakan: Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.
Merujuk pada UUD 1945 pasal 7 tersebut, maka Presiden Joko Widodo tidak bisa lagi dipilih untuk periode ketiga pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 mendatang.
Namun demikian jika DPR mau mengamandemen pasal 7 UUD 1945 sehingga jabatan Presiden jadi bisa tiga periode, maka peluang Joko Widodo untuk jadi menjabat kembali sangat terbuka. Alasannya, derasnya dukungan dari masyarakat maupun partai politik yang menaunginya.
Dilansir Kompas.com, Presiden RI Joko Widodo sendiri blak-blakan tak melarang wacana presiden menjabat tiga periode bergulir. Menurutnya, sebagai negara demokrasi siapa pun memiliki hak menyuarakan aspirasinya, termasuk dalam hal wacana tiga periode jabatan presiden.

Presiden Joko Widodo mendapat dukungan masyarakat untuk maju kembali pada Pilpres 2024. Foto hasil layar tangkap kompas.com
Hal itu ia ungkapkan merespons dukungan yang dilontarkan para pendukungnya dalam forum Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia yang digelar di gedung Youth Center, Sport Center Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022).
“Kan ini forumnya rakyat, boleh rakyat bersuara kan,” kata Jokowi di hadapan para pendukungnya. Jokowi mengklaim, mengemukanya wacana jabatan tiga periode untuk seorang presiden merupakan bagian dari kehidupan berdemokrasi.
Bagi dia, wacana-wacana perpanjangan masa jabatan presiden tak berbeda dengan desakan publik agar presiden diganti atau mengundurkan diri. “Karena negara ini adalah negara demokrasi, jangan sampai ada yang baru ngomong tiga periode (lalu) kita sudah ramai,” ungkapnya.
“Itu kan tataran wacana. Kan boleh saja orang menyampaikan pendapat, orang kalau ada yang ngomong ‘ganti presiden’ kan juga boleh, ya enggak? ‘Jokowi mundur’ kan juga boleh,” kata Jokowi.
Dalam forum ini, Jokowi juga kembali menerima dukungan dari para pendukungnya untuk maju lagi sebagai orang nomor 1 di republik lewat Pilpres 2024. Merespons dukungan itu, mantan Wali Kota Solo tersebut mengaku dirinya akan taat kepada kehendak rakyat, selain kepada konstitusi.
Mulanya, ia bercerita soal adanya pertanyaan-pertanyaan dari para pendukung soal sosok yang perlu mereka dukung dalam Pilpres 2024. “Ya nanti, ini forumnya, (di) Musra ini ditanya, siapa?” ujar Jokowi.
Pertanyaan itu kemudian dijawab dengan seruan “Jokowi, Jokowi” dari para pendukung. Jokowi pun merespons. “Jokowi, Jokowi. Konstitusi tidak memperbolehkan, ya, sudah jelas itu. Sekali lagi. Saya akan selalu taat pada konstitusi dan kehendak rakyat,” tegasnya.
Penulis: Wawan Idris




