MHNews.- Sapi dari sentra peternakan Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder menjelang Idul Adha ini diburu pembeli. Bahkan hingga Kamis (7/7) stok sapi dengan ukuran besar telah habis.
Kuwu Desa Cangkingan Didi Wahyudi menjelaskan, pihaknya kewalahan dalam melayani pesanan pembeli untuk sapi. Sampai dengan saat ini sudah ratusan sapi dibeli masyarakat dari berbagai daerah Kabupaten Indramayu dan daerah lain.
Sapi ukuran besar yang siap untuk qurban dari Desa Cangkingan berkisar antara Rp 20-45 juta. Namun ada juga ukuran yang lebih kecil di bawah harga Rp 20 juta.
Didi menambahkan, harga tersebut merupakan harga grosir dari peternak langsung. Jelang Idul Adha ini merupakan panen raya bagi peternak sapi, kambing, dan domba.
“Alhamdulillah ternak sapi, kambing, dan domba dari Desa Cangkingan diserbu pembeli. Ternak dari desa kami sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan dan bebas PMK,” katanya, Kamis (7/7) kepada MHNews.
Menguntungkannya ternak di Desa Cangkingan yang bermitra dengan BUMDes ini merupakan pola pemberdayaan masayarakat yang dilakukan Pemdes Cangkingan.
Menurut Didi, saat ini masyarakat yang berminat untuk beternak di desanya semakin besar seiring dengan semakin besarnya keuntungan yang diraihnya. Apalagi peternak melakukan pemasaran secara online sehingga pembeli datang dari berbagai wilayah.
Sementara itu Camat Kedokanbunder Atang Suwandi merasa gembira dengan penjualan sapi dan ternak lainnya yang dilakukan oleh peternak Desa Cangkingan.
Menurut Atang, pola pemberdayaan masyarakatnya sangat bagus dan sudah merasakan dampak positif dari program Lebu Digital atau Desa Digital yang diterapkan oleh Desa Cangkingan.
“Penjualan sapi dan ternak lainnya oleh masyarakat Desa Cangkingan sudah dilakukan secara online melalui menu lapak desa di website desa. Kini sudah dirasakan manfaatnya,” tegas Atang.
Jika ini bisa terus dilakukan, maka tujuan untuk mewujudkan Kedokanbunder Hebat menuju Indramayu Bermartabat bisa terlaksana. daniswara


