Para petani tidak menyangka harga garam akan naik cukup tinggi saat ini. Namun meskipun harga tinggi mereka tetap tidak bisa menikmati untung karena stok terbatas. Saat ini petani sudah tidak memiliki stok garam karena minimnya produksi sebagai akibat musim kemaraunya singkat.
‘’Sekarang apa yang mau dijual. Persediaan garam kita sudah habis. Produksi tidak ada, karena kemarau singkat ” keluh Amin kepada mhnews.id, Rabu (16/11).
Tak hanya Amin, banyak petani garam lainnya yang juga tidak bisa menikmati tingginya harga garam karena minimnya stok yang mereka miliki. Mereka juga sebelumnya memilih buru-buru menjual garamnya ketika harganya baru merangkak naik.
Kondisi itu dibenarkan petani garam lainnya asal Kecamatan Losarang, Ali Mustadi. Dia mengatakan, saat ini stok garam yang dimiliki petani sudah menipis. ‘’Kalaupun ada stok, paling di pengepul besar. Itupun paling tersisa sekitar 10-20 ton untuk kebutuhan sendiri atau buat pelanggan tetap saja,’’ terang Ali.


