“Tapi saat ini sudah ada pembedahan robotic yang mana operasi menargetkan langsung ke kanker prostat berukuran kecil. Cara ini juga cukup efektif mempertahankan fungsi seksual pria. Tetapi kemampuan ereksi pasca-operasi juga tergantung dari kondisi pasien,” ujarnya.
Begitu pula pada metode pengobatan terapi hormon (Androgen Deprivation Therapy) atau ADT.
“Tapi setelah menjalani pengobatan khususnya terapi hormon (ADT), fungsi seksual pria bisa pulih dalam jangka pendek sekitar 6 bulan. Setelah itu pria dapat memiliki fungsi seksualnya (kekuatan ereksinya) kembali,” katanya.
Terapi ini secara langsung menurunkan kadar hormon testosteron yang berperan dalam tingkat gairah seksual pria. Selain itu, pengobatan semacan radioterapi juga dapat mengganggu aliran darah dan fungsi saraf ke penis untuk ereksi.


