32.8 C
Indramayu
Rabu, Mei 20, 2026


Milangkala Tatar Sunda Dinarasikan untuk Ubah Nama Provinsi Jabar, Ini Penjelasan Diskominfo

MHNEWS.ID.- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa kegiatan Milangkala Tatar Sunda tidak ada kaitannya dengan rencana mengubah nama Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar mengatakan, nama Provinsi Jawa Barat sampai saat ini masih tetap dan telah diatur dalam undang-undang.

- Advertisement -

“Saya pikir kalau nama provinsi Jawa Barat sih masih ada dalam undang-undang ya,” katanya saat ditemui Kompas.com di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam.

“Untuk saat ini kan kita di Milangkala Tatar Sunda ini unsur budaya dan teritorial historis ya, tentang kerajaan Sunda dan lain-lain. Jadi tidak ada berkaitan dengan wilayah administratif,” sambungnya.

Menurut Adi, istilah Tatar Sunda dalam kegiatan tersebut lebih menekankan pada nilai sejarah dan budaya Sunda yang pernah berkembang di wilayah Jawa Barat.

Ia menekankan, kegiatan tersebut tidak berhubungan dengan perubahan wilayah pemerintahan atau administrasi daerah. Adi mengatakan, pembahasan soal Milangkala Tatar Sunda juga sudah melalui kajian akademis.

Mengutip Kompas.com, salah satunya disampaikan oleh akademisi dari Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Nina Herlina Lubis.

Baca Juga :  Knalpot Bising Ancaman bagi Generasi Muda Jabar, Dedi Mulyadi: Pelanggaran Standar Keselamatan

“Ini di awal ya, pada saat ada kajian. secara akademis sudah dikaji oleh akademisi. Disampaikan juga bahwa Milangkala Tatar Sunda ini mengangkat historis kesundaan, dan sudah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur juga untuk penetapannya di tanggal 18 Mei,” ucapnya.

Ia memastikan, Hari Jadi Provinsi Jawa Barat tetap diperingati setiap 19 Agustus sesuai aturan yang berlaku saat ini.

“Tetap ada ketentuan yang mengaturnya. Jadi tetap bisa dikatakan tanggal 19 Agustus, kita mungkin nanti menunggu kajian lebih lanjut untuk tahun depan,” ucap Adi.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat sekaligus Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Supandi memastikan, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang diarak dalam kirab budaya di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam, merupakan mahkota asli.

“Itu asli, bukan replika. Meskipun di Sumedang ada replikanya, tetapi yang ini 100 persen asli. Dan inilah sebenarnya yang ingin kita sampaikan bahwa Sunda atau Jawa Barat memiliki budaya yang cukup kaya sejak zaman dulu,” ujarnya.

Baca Juga :  Penambahan Kapasitas Rombel SMA dan SMK Negeri: Diprotes Swasta, Dipuji Orang Tua Siswa

Ia menyampaikan, Mahkota Binokasih akan diarak dalam rangkaian kirab budaya Milangkala Tatar Sunda yang dimulai dari Kiara Artha Park menuju Gedung Sate.

Sebanyak 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat ikut menampilkan kesenian khas daerah masing-masing.

Selain peserta dari Jawa Barat, sejumlah daerah dari luar provinsi juga ikut memeriahkan kirab budaya tersebut.

“Bukan hanya itu, beberapa perwakilan dari luar Jabar juga akan hadir, seperti dari Aceh, DKI Jakarta, Surakarta, Jogjakarta, Ponorogo, hingga Tegal dan Brebes,” kata Dedi.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler