MHNEWS.ID.- Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengakui saat ini pemerintah daerah belum maksimal dalam penanganan sampah karena adanya keterbatasan anggaran.
Dampaknya, armada pengangkut sampah yang dimiliki Indramayu masih kurang. Idealnya, kata Lucky, satu kecamatan seharusnya bisa memiliki hingga tiga truk pengangkut sampah.
“Tapi kondisi saat ini, satu kecamatan baru punya satu dan ada juga satu mobil harus berbagi untuk dua kecamatan,” kata Lucky Hakim, Jumat sore (15/5/2026) di pendopo.
Bupati Lucky pun mengambil langkah dengan meminta persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk usulan penggunaan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) agar bisa dipakai dalam upaya pengelolaan sampah.
“Apa solusinya? Kami sedang meminta persetujuan Kemendagri dan pendapat hukum bahwa boleh tidak anggaran BTT kita pakai untuk pengadaan truk sampah?” terangnya.
Lucky menjelaskan, anggaran BTT seyogianya digunakan untuk kondisi kedaruratan bencana. Ia pun berharap, mudah-mudahan tidak ada bencana besar yang melanda Indramayu, sehingga anggaran dari BTT itu bisa dialihkan sebagian untuk masalah sampah.
Lebih lanjut, Lucky menuturkan bahwa dirinya telah berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Sekda Jawa Barat, soal ide tersebut dan diizinkan.
Hanya saja, Lucky masih menunggu persetujuan lebih lanjut dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendagri, agar langkah tersebut tidak sampai menyalahi aturan.
“Kalau misal boleh, kami akan pakai BTT untuk beli alat-alat sampah itu karena memang kita kekurangan,” pungkas Lucky.
Diketahui, saat ini sampah di Indramayu belum tertangani dengan baik. Banyak sampah menumpuk di tempat-tempat pembuangan sementara. Sampah itu sampai berserakan ke jalan.
Tumpukan sampah di tempat penampungan sementara itu kadang berhari-hari tidak diangkat. Dampaknya aroma bau busuk pun menyebar ke lingkungan sekitar termasuk perumahan.
Penulis: Wawan Idris


