MHNEWS.ID.- Hadirnya kawasan industri di Kabupaten Indramayu yaitu di Kecamatan Krangkeng dan Losarang membawa angin segar bagi masyarakat.
Sebab, khalayak Kota Mangga khususnya di sekitar kawasan industri tersebut tak akan menganggur alias terbukanya lapangan kerja di industri itu yang bakal merekrut ribuan tenaga kerja lokal.
Namun, di balik lahirnya dua kawasan industri tersebut masih menyimpan pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Karena meskipun yang digembor-gemborkan bahwa perusahaan harus memasukkan 80 persen warga pribumi, dalam praktiknya perusahaan tetap memilih tenaga kerja yang memiliki keahlian sesuai yang dibutuhkan.
Latar belakang demikian yang menjadi tantangan bagi Pemkab Indramayu supaya masyarakat angkatan kerja memiliki keahlian sebagaimana permintaan perusahaan.
Karena itu, Pemkab Indramayu tak lain didorong agar memfasilitasi masyarakat agar memberikan pelatihan-pelatihan mengenai keahlian menyesuaikan kebutuhan perusahaan.
Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Amroni menyikapi lapangan kerja berkaitan dengan tenaga kerja yang berkeahlian sesuai kebutuhan perusahaan.
Amroni mendorong Pemkab Indramayu memfasilitasi masyarakat agar memiliki keahlian. Hal ini selaras antara perusahaan dengan masyarakat sekitar yang saling mengisi kebutuhan masing-masing.
Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian, dan masyarakat pun membutuhkan pekerjaan berbekal keahlian.
“Saya kira pemerintah daerah harus hadir. memfasilitasi skil masyarakat Indramayu agar bisa sesuai dengan keinginan perusahaan,” kata Amroni gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Selasa (21/10/2025).
Amroni menceritakan bahwa dorongan tersebut merupakan hasil penyerapan aspirasi dalam reses masa persidangan III tahun 2025 di Daerah Pemilihan II Indramayu meliputi Kecamatan Krangkeng, Karangampel, Kedokan Bunder dan Juntinyuat.
Pada salah satu titik resesnya yaitu di Desa Dukuh Jati Kecamatan Krangkeng, Amroni terpaku perhatiannya terhadap masyarakat setempat berkaitan perkejaan masyarakat dihadapkan dengan industri di sekitarnya.
Walhasil, dari reses tersebut Amroni berkesimpulan bahwa pemerintah daerah harus membekali keterampilan masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
“Tapi saya melihat bukan hanya di Desa Dukuh Jati (Krangkeng), tapi Indramayu lah. Karena saya pernah komunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja bahwa industri di Krangkeng itu bisa menampung sekitar 15.000 tenaga kerja,” ujarnya.
“Belum lagi di Losarang, dan perusahaan-perusahaan di wilayah lainnya di Kabupaten Indramayu,” pungkas Amroni.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris


