MHNEWS.ID.- Hipertensi atau tekanan darah tinggi mungkin sudah familiar bagi banyak orang. Namun, pernahkah Anda mendengar hipertensi resisten?
Ini bukan kondisi tekanan darah tinggi biasa. Hipertensi resisten bisa membuat Anda memiliki tekanan darah tinggi, meskipun sudah minum tiga lebih macam obat hipertensi.
Merujuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hipertensi terjadi ketika tekanan darah mencapai lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg.
Lalu, apa itu hipertensi resisten? Berikut artikel ini akan mengulasnya lebih lanjut.
Apa itu hipertensi resisten?
Mengutip Hopkins Medicine, hipertensi resisten adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang tetap tinggi, meskipun sudah minum tiga jenis obat tekanan darah berbeda dalam dosis maksimal, termasuk satu diuretik.
Kondisi ini merupakan sinyal bahaya, karena bisa memicu serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan bahkan kematian, jika tidak ditangani dengan serius.
Hal itu karena seiring waktu hipertensi tidak terkontrol bisa menyebabkan arteri rusak dan kaku. Sayangnya, 1 dari 4 orang diperkirakan mengalami hipertensi resisten.
“(Kasus hipertensi resisten) banyak di mana-mana terutama dari faktor ketidakpatuhan minum obat dan tidak konsisten untuk mengubah gaya hidup,” ujar Dokter Penyakit Dalam dr. R.A. Adaninggar Primadia Nariswari, Sp.PD.
Apa penyebab hipertensi resisten?
Dikutip dari Cleveland Clinic, gaya hidup, obat-obatan, hingga kondisi lainnya bisa menjadi penyebab hipertensi resisten.
Gaya hidup
Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat berperan dalam perkembangan hipertensi dan hipertensi resisten:
Indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 25
Kurangnya aktivitas fisik
Makanan yang mengandung banyak garam
Konsumsi alkohol berlebihan.
Adaninggar yang akrab disapa Ningz mengatakan bahwa faktor risiko hipertensi resisten yang utama adalah obesitas.
“Yang utama adalah selalu terkait dengan gaya hidup. Jadi yang pertama, apakah masih ada obesitas. Karena obesitas ini sangat mempersulit pengendalian tensi. Ini terkait dengan pola makan, kebiasaan olahraga,” terangnya.
Obat-obatan yang bisa menjadi pemicu hipertensi resisten meliputi:
Obat penghilang rasa sakit, terutama NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) seperti ibuprofen dan naproxen;
Dekongestan hidung;
Kontrasepsi oral (pil KB);
Ginseng, akar manis atau produk herbal lainnya
Penyebab sekunder
Terkadang, hipertensi resisten terjadi karena kondisi medis lain. Contoh kondisi medis yang bisa menyebabkan hipertensi resisten adalah:
Hiperaldosteronisme primer, ketika kelenjar adrenal memproduksi terlalu banyak hormon tertentu;
Feokromositoma, di mana tumor di kelenjar adrenal
Stenosis arteri renalis, penyempitan arteri ke ginjal
Gagal ginjal kronik.
“Kalau ada hipertensi sekunder, ya penyakit inilah yang harus diobati. Kalau tidak hipertensinya juga akan sulit terkendali,” ujar Ningz. (bersambung)
Penulis: Nia Herlina [Pengurus PKK Kabupaten Indramayu]


