MHNEWS.ID.- Wajah Alun-alun Kabupaten Indramayu selalu berubah-ubah sesuai selera pemimpinnya. Perubahan ini terjadi sejak zaman Bupati Jahari sampai sekarang Lucky.
Tahun 1980-an Alun-alun Indramayu masih berupa lapangan yang dipenuhi rumput. Alun-alun ini selalu dimanfaatkan warga sekitar untuk bermain bola.
Alun-alun ini berubah setelah masa kepemimpinan Bupati A. Jahari. Lapangan terbuka yang penuh rumput dan jika musim hujan berubah seperti rawa-rawa itu dipercantik dengan adanya taman.
Namun pada masa kepemimpinan Adang Suryana taman Alun-alun itu mengalami perubahan meskipun tidak terlalu mencolok.
Perubahan besar justru terjadi pada masa kepemimpinan Bupati Ope Mustofa. Taman-taman yang yang menghiasi alun-alun kembali dibongkar dan diratakan.
Alun-alun itu kemudian bisa difungsikan sebagai tempat upacara pada hari-hari besar nasional atau apel pagi para pegawai negeri sipil (PNS).
Semasa Bupati Irianto M.S. Syafiuddin alias Yance (2000-2010) dan Bupati Anna Sopanah (2010-2018) Alun-alun mengalami beberapa kali penataan, termasuk pemagaran.
Pada masa kepemimpinan tersebut aun-alun sebenarnya sudah bagus. Pohonnya besar-besar dengan hiasan taman di sudut-sudutnya. Alun-alun tersebut membuat suasana jadi sejuk karena efek pohon yang rimbun.
Selama itu alun-alun dijadikan area terbuka hijau dan sekaligus tempat beraktivitas masyarakat, upacara hari-hari besar, termasuk apel bagi para PNS.
Namun pada masa kepemimpinan Bupati Nina Agustina (2021-2025) alun-alun yang indah itu dibongkar dan diganti secara total. Pohon-pohon besar yang teduh pun ditebang.
Setelah Lucky Hakim jadi Bupati (2025) alun-alun difungsikan sebagai tempat bermain masyarakat dan acara Car Free Night (CFN). Tak ayal alun-alun pun menjadi ramai.
Namun kurangnya disiplin para pedagang dan masyarakat membuat alun-alun kini jadi semrawut dan kumuh. Pendopo pun menjadi terkesan kumuh.
Sadar kini jadi kumuh, pemerintah pun mengeluarkan kebijakan baru: pedagang kaki lima dan pengelola wahana hiburan tidak diperbolehkan lagi beraktivitas di area alun-alun.
Kebijakan ini diberlakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi Alun-alun Indramayu sebagai ruang terbuka publik yang nyaman, aman, dan tertib bagi masyarakat.
Para pedagang dan wahana permainan nantinya diarahkan menempati lokasi baru di Jalan RA. Kartini, Jalan Jenderal Ahmad Yani, area Pasar Mambo hingga Perempatan Waiki.
Pj. Sekretaris Daerah Indramayu, Ahmad Syadali mengatakan, penataan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke alun-alun, khususnya bagi keluarga dan anak-anak.
“Masyarakat ingin kenyamanan saat berada di Alun-Alun Indramayu, tidak terganggu dengan lalu lalang wahana permainan mobil-mobilan,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Penulis: Wawan Idris


