MHNEWS.id.- Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana mengapresiasi terselenggaranya diskusi Tradisi Bujanggaan: Sejarah, Manuskrip, dan Transformasinya di Era Digital.
Terlebih kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak yang sama-sama memiliki harapan dan andil dalam upaya pelestarian kebudayaan di Kabupaten Indramayu sekaligus sebagai akselerasi kebijakan pemerintah daerah dalam kemajuan kebudayaan.
“Kami berharap kegiatan positif ini terus terlaksana di masa mendatang karena pemerintah daerah membutuhkan masukan dan saran dari para ahli terutama di bidang pelestarian kebudayaan dalam pelaksanaan UU Pemajuan Kebudayaan 2017,” ujar Aan Hendrajana.
Di tempat yang sama Ruhaliah mengatakan, pelestarian tradisi Bujanggaan dan tradisi pembacaan naskah kuno memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi.
Disebut demikian karena Bujanggaan dan pembacaan naskah kuno diperlukan keterampilan penguasaan nada yang khas, penghafalan terhadap metrum tertentu, dan juga pembacaan terhadap aksara-aksara lokal.
Iskandar Zulkarnaen, penulis buku Wiralodra dalam Arsip Kolonial dan Naskah Kuno dalam paparannya mengatakan, dari aspek sejarahnya, tradisi Bujanggaan menjadi salah satu media yang efektif untuk meluruskan fakta-fakta sejarah tentang Indramayu.
“Bagaimanapun juga tradisi Bujanggaan memiliki peranan penting dalam pewarisan sejarah, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa seiring berjalannya waktu, muncul fakta-fakta baru dalam penulisan sejarah Indramayu,” paparnya.
Sedangkan Supali Kasim, pegiat sastra daerah Indramayu menuturkan, pelestarian tradisi Bujanggaan tidak hanya bentuknya saja melainkan juga melalui ragam transformasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sri Tanjung mengharapkan, upaya pelestarian tradisi Bujanggaan harus dilakukan secara kolektif dan melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah sebagai pemangku kepentingan.
“Sehingga anak cucu kita di masa mendatang tidak kehilangan identitas dirinya sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan seni tradisi,” tegasnya.
Penulis : Mohamad Toyib
Editor : Wawan Idris




