MHNEWS.id.- Yayasan Surya Pringga Dermayu menggelar acara diskusi terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Tradisi Bujanggaan: Sejarah, Manuskrip, dan Transformasinya di Era Digital”.

Diskusi ini digelar di Gedung Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Pemerintah Kabupaten Indramayu, Kamis (25/04/2024).

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari Program Dana Indonesiana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. Acara ini dihadiri oleh narasumber ahli dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia.

Disamping itu menghadirkan ahli sastra daerah seperti Dr. Ruhaliah (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), Dr. Agung Zaenal Muttakin Raden (Dosen Universitas PGRI Indraprasta), Dr. Tendi (Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon).

Hadir pula budayawan Supali Kasim (pegiat sastra daerah Indramayu) dan Iskandar Z. (penulis buku Wiralodra Penguasa Indramayu Abad ke-17: Kajian Naskah Kuno dan Daghregister).

Kegiatan ini juga dibuka dengan pertunjukan seni Bujanggaan oleh seorang maestro bernama Ki Lebe Warki. Kemampuannya dalam seni Bujanggaan mampu memukau seluruh peserta.

Kegiatan diskusi terpumpun ini dihadiri pula oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari para guru, siswa SMA/MA se-Kabupaten Indramayu, dan para pegiat budaya.

Bahkan para pejabat dinas terkait seperti Dinas Perpustakaan dan Arsip Indramayu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu, dan Dinas Pemuda dan Pariwisata Indramayu turut menghidupkan FGD tersebut.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaring ide dan gagasan sebanyak mungkin dari para ahli dan pegiat seni tradisi di Indramayu bagaimana untuk bersama-sama melestarikan seni Bujanggaan yang sudah hampir punah,” kata Sri Tanjung Sugiarti Tarka, Ketua Yayasan Surya Pringga Dermayu kepada MHNEWS.id, Minggu (28/4/2024).

Melalui FGD, kata Sri Tanjung, diharapkan mampu menguatkan implementasi strategi pelestarian kebudayaan yang ada di Indramayu khususnya Bujanggaan. Terlebih kegiatan ini melibatkan para guru dan siswa.

Diakui Sri Tanjung dirinya juga menginisiasi program alih media naskah kuno ke dalam komik digital. Ini dilakukan sebagai upaya pelestarian kebudayaan di Kota Mangga.

Upaya ini juga selaras dengan kepedulian, perhatian, dukungan, dan keinginan Bupati Nina Agustina untuk melestarikan serta menumbuhkembangkan kearifan lokal budaya Kabupaten Indramayu.

“Harapannya isi naskah kuno tersebut dapat dinikmati oleh generasi muda dan kalangan masyarakat umum,” tutur Sri Tanjung alumni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon itu.

Penulis: Mohamad Toyib
Editor: Wawan Idris