mhnews.id.- Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu berupaya menyelamatkan local content atau muatan lokal agar terarsipkan secara baik dan dapat dinikmati generasi anak cucu dengan membacanya di perpustakaan.
Kepala DPA Kabupaten Indramayu Iwan Hermawan menyebutkan pihaknya saat ini sedang menggarap tiga muatan lokal Indramayu. Ketiganya merupakan tradisi atau budaya Indramayu yaitu Bobotan, Pujanggaan, dan Mapag Tamba.
“Tahun ini tiga naskah muatan lokal, nih selesai November sekarang (2022) sudah bisa dinikmati,” kata Iwan di ruang kerjanya, Senin (19/9).
Menyelamatkan budaya Indramayu sebagai aset tak benda adalah penting. Karenanya, ia meminta para budayawan dan masyarakat umum berpartisipasi untuk peduli terhadap budaya sendiri atau kekayaan tak benda lainnya untuk ditulis dan disimpan di DPA agar dapat dibaca generasi anak cucu.
“Oleh karena itu, saya menantang para budayawan, para penulis semua, ayo saya tantang siapa yang bisa untuk menulis tentang local content kita,” tantangnya.
Ia mengatakan terkait muatan lokal itu biasanya terdapat pada naskah kuno yang ditulis pada media-media usang seperti lontar, daluang, atau lainnya. Diyakini, peninggalan-peninggalan itu masih banyak masyarakat yang memilikinya dan menyimpannya sebagai benda keramat warisan leluhur.
“(Tak hanya budayawan) jadi, siapapun orang Indramayu yang memiliki naskah-naskah kuno, ayo ke saya. Aslinya ga akan diminta, tapi mau diduplikasi dulu, mau disalin dulu, didigitalisasi, setelah itu dipajang (di DPA),” jelasnya.
Ia mengakui tak mudah untuk menyelamatkan hal-hal yang kuno itu. Pasalnya membutuhkan para ahli, seperti ahli benda kuno, ahli Bahasa Jawa dan penulisnya, sehingga membutuhkan juga anggaran dana yang cukup besar.
“Kami bukan budayawan. Tetapi kami mencoba menyelamatkan budaya yang ada untuk dinikmati oleh anak cucu kita nanti. Jadi, ini sangat penting, sangat berharga,” tutupnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




