MHNEWS.id.- Tradisi Mapag Tamba merupakan ritual tahunan masyarakat petani yang hampir dilakukan di seluruh desa di Kabupaten Indramayu. Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang menjadi salah satu desa yang masih melestarikan adat tersebut.

Ritual Mapag Tamba (menjemput obat) ini berupa penyiraman air suci ke area perbatasan desa dan persawahan milik warga guna menghindari serangan hama dan menjadikan hasil panen yang maksimal.

Ritual ini dilakukan belum lama oleh Kepala Desa Malang Semirang, Rusmono Syafi’i bersama perangkat desa dan masyarakatnya. Mapag Tamba ini ditandai dengan doa bersama dilanjutkan dengan pembagian Tenong kepada warga di Balai Desa Malang Semirang.

Tenong merupakan tempat menaruh makanan yang berisikan nasi dan lauk-pauk yang akan dijadikan hidangan warga pada saat ritual Mapag Tamba ini berlangsung.

Usai ritual di Bale Desa tersebut dimulailah perjalanan menuju setiap perbatasan desa sambil membawa air dalam bambu yang bersumber dari Sumur Antru, Sumur Sumberan, Sumur Mbah Arsitem, dan Air Gunung Puyuh Sumedang.

Dengan pakaian khas, Kuwu Rusmono Syafi’i bersama perangkat desa lainya memulai perjalanan dari arah koordinat Ngalor (Utara) dan Ngetan (Timur), berputar arah jarum jam mengelilingi batas Desa Malang Semirang dengan luasan 220 Hektar.

Penulis pun mencoba menelisik apa maksud Tradisi Mapag Tamba di Desa Malang Semirang yang konon sudah ratusan tahun menjadi warisan budaya leluhur itu. Tradisi ini diyakini sebagai syareat dengan tujuan agar desanya terhindar dari bencana dan juga segala hama penyakit padi.

Kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu untuk MHNEWS.id, Kuwu Rusmono Syafi’i mengatakan, bahwa tujuan Mapag Tamba ini sebenarnya menyangkut hajat orang banyak berkaitan dengan persiapan tanam padi.

Mapag Tamba, jelasnya lagi, yaitu ucapan syukur, sekaligus memohon doa keselamatan bagi warga. Melalui tradisi ini juga berdoa agar tanaman padi para petani jauh dari hama dan bencana, sekaligus supaya pertaniannya berhasil.

“Tujuanya memberikan obat (tamba) pada tanaman padi masyarakat desa kami, Pak. Agar tumbuh dengan baik tanpa hama dan panen yang memuaskan. Masyarakatnya diberikan Kesehatan dan keberkahan,” katanya, Senin (27/2/2023).

Ada pun obat atau tamba untuk tanaman padi itu, medianya menggunakan air dari sumur ‘karomah’ yang disiramkan keseluruh tapal batas Desa Malang Semirang. Mapag Tamba itu sendiri secara umum dapat diterjemahkan ‘menjemput obat’.

Dijelaskannya, air suci dalam batang bambu yang dibawa pamong desa yang terbagi dari beberapa kelompok, kemudian disiramkan di sepanjang garis perbatasan desa maupun lahan persawahan milik petani.

“Setiap perbatasan desa air tamba ini disiramkan di perbatasan desa dan sawah. Namun demikian air tamba ini hanyalah syareat sedangkan penentunya adalah pemilik isi bumi ini, Allah Subhanahu wa ta’ala. Sehat Tandure, Waras Rayate, Bergas Pemimpine,” ujarnya.

Penulis  : Toyib
Editor    : Wawan Idris