mhnews.id.- Tenun Gedogan merupakan warisan budaya tak benda (WBTB) yang dimiliki Kabupaten Indramayu. Tenun ini awalnya banyak dibuat masyarakat Indramayu, namun kini perajinnya hanya tersisa tiga orang, salah satunya berada dari Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat.
Warisan budaya yang ada sejak sebelum Indonesia merdeka ini hampir punah karena tak adanya regenerasi pengrajinnya. Saat ini di Kabupaten Indramayu pengrajin tenun Gedogan tinggal tersisa tiga orang.
“Jadi, sayang sekali kalau sampai punah. Itulah sebabnyakita angkat, kita WBTB-kan, kita lestarikan,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, Uum Umiati di ruang kerjanya, Kamis (29/9).
Lebih dari itu, pihaknya ingin mewariskan Tenun Gedogan itu kepada generasi mendatang. Menurutnya, tenun Gedogan harus dikenalkan di setiap generasi agar tak punah begitu saja.
Dalam hal ini, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan camat setempat untuk memprogramkan upaya pelestarian Tenun Gedogan. Ia menginginkan adanya pelatihan-pelatihan menenun kain Gedogan khususnya kepada masyarakat setempat.
“Karena budaya itu milik masyarakat, jadi masyarakat yang akan mempertahankan, minimal masyarakat lokalnya. Kami dari pemerintah memfasilitasi terkait pelestariannya serta regulasinya,” katanya kepada mhnews.id.
Ia mengaku bersyukur Kabupaten Indramayu dipimpin Bupati Nina Agustina yang sangat memperhatikan nilai-nilai budaya. “Ini salah satunya Tenun Gedogan yang mendapat apresiasi dari Provinsi Jawa Barat hingga mendapat perhatian khusus,” ujarnya.
Ia berharap Tenun Gedogan ke depan dikenal oleh dunia. Karena itu, dari sekarang mesti diperkenalkan kepada masyarakat luas. “Dengan WBTB ini Tenun Gedogan bisa dikenal dunia,” harapnya.
Diketahui, satu dari tiga perajin Tenun Gedogan yang tersisa adalah Sunarih, 63 tahun. Beruntung mhnews.id berkesempatan melihat langsung cara menenun kain Gedogan yang diperagakannya. Meski usianya sudah 63 tahun namun Sunarih masih cekatan dalam menenun.
Hal yang sama juga dipraktekan Sunarih secara live virtual saat sidang perihal WBTB yang diikuti seluruh provinsi di Indonesia yang terhubung dari kantor Disdikbud Kabupaten Indramayu, Kamis (29/9).
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




