Sirene-sirene tersebut mengeluarkan berbagai macam bunyi yang mempunyai arti masing-masing. Salah satu diantaranya menunjukkan kondisi darurat, sehingga perlu dikoordinasikan dengan berbagai pihak seperti security, Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) atau lainnya.
Ia berharap dengan ditempatkannya sirene di empat titik tersebut, masyarakat lebih tanggap dengan keadaan darurat. Begitu juga dari pihak Pertamina akan lebih siaga jika suatu saat kondisi darurat terjadi.
“Harapan saya sirine itu tidak sampai kami bunyikan, artinya kami berharap sirine itu hanya sebatas sistem keamanan yang tidak akan pernah kami bunyikan, alias kilang beroperasional dengan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Section Head Emergency & Insurance HSSE Pertamina RU VI Balongan, Rudi Hermawan Catur Putra mengatakan sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk mitigasi ketika terjadi keadaan darurat.


