Saat melintasi wilayah tersebut –yang kini padang gurun bagian dari Yordania– terdapat sebuah pohon besar yang sangat rindang. Dan tidak ada pepohonan lain yang tumbuh sejauh padang gurun, selain pohon ini.
Pohon itu pun jadi lokasi peristirahatan kafilah dagang yang diantaranya ada Abu Thalib dan sang keponakan Muhammad bin Abdullah. Pendeta Buhaira menyaksikan kemuliaan kafilah dagang dari hijaz ini, yang selalu dilindungi awan dalam perjalanannya.
Mereka pun dijamu di biara Buhaira. Sedangkan Muhammad bin Abdullah berteduh di pohon tersebut. Seketika itu cabang-cabang pohon dan ranting menaungi dibawahnya. Menyaksikan keajaiban ini, Buhaira kagum.
Dari biaranya, Buhaira yang sedang menjamu para kafilah dari Hijaz ini meminta agar Abu Thalib segera kembali ke Makkah untuk menjaga Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam kecil dari serangan orang jahat yang hendak membunuhnya.


