MHNEWS.ID.- Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosadi menilai tak ada gebrakan kinerja pemerintahan Indramayu Reang dalam hampir 100 hari kerjanya.
Imron Rosadi menyoal Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang pernah mengatakan akan mengerjakan program-programnya yang berarti dalam 100 hari kerja.
Namun nyatanya 100 hari kerja sejak dilantik 20 Februari hampir mendekat akan tetapi pemerintahan Lucky Hakim-Syaefudin ini tak ada gebrakan berarti.
“Dalam statementnya di beberapa media, Bupati Bapak Lucky Hakim dalam program 100 harinya akan memfokuskan reformasi birokrasi. Sampai hari ini, nampak program itu belum terlihat,” kata politisi PKB ini, Jumat (16/5/2025).
Imron juga mengungkit-ungkit kinerja pemerintahan Lucky Hakim-Syaefudin yang bervisi Indramayu Reang (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman dan Gotong-royong). Sebagai yang pertama dalam visi tersebut yakni Religius, dipertanyakan penerapannya.
Imron mengaitkan visi tersebut dengan Perda No 12/2012 tentang wajib madrasah diniyah. Sebab, Perda yang bernilai religius itu dalam pelaksanaannya tidak dijalankan padahal Religius bagian, bahkan yang pertama dari visi Indramayu Reang.
“Siswa yang lulus SD mau melanjutkan ke tingkat yang lebih atas, MTs atau SMP, itu harus menyertakan ijazah Madrasah Diniyah,” paparnya.
“Program itu sampai hari ini belum disosialisasikan kembali, dan perangkat-perangkat kerjanya pun belum diinstruksikan untuk membangun kerangka itu,” sambung Ketua Komisi II ini.
Imron pun menyebut hal lainnya tentang religius, yaitu program 15 menit membaca Alquran sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah dan sebelum kegiatan di perkantoran.
Menurut Imron, penilaian terhadap program tersebut baru dinilai dari sebagian kecil saja dari pemerintahan sekarang.
“Itu saja indikator paling sederhana untuk bisa mewujudkan Kabupaten Indramayu yang Religius. Belum nanti pada perangkat-perangkat lain,” ujar Imron.
“Mudah-mudahan masih dalam 100 hari kerja ini, meskipun beberapa hari lagi, semua itu bisa dijalankan, minimal perangkat-perangkatnya disiapkan agar visi itu bisa terealisasi,” harap Imron.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris

