30.9 C
Indramayu
Kamis, Mei 21, 2026


Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Ingatkan Dua Syarat Diterimanya Ibadah

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Janganlah membuat-buat ibadah kepada Alloh Azza wa Jalla sesuai kehendak akal pikiran sendiri.

Ada dua syarat diterimanya amalan ditunjukkan dalam dua hadits, pertama dari ‘Umar bin Al Khottob, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

- Advertisement -

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya.

Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju (yaitu dunia dan wanita, pen)”.

Hadits kedua dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.

Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.

Baca Juga :  Do’a Terbangun pada Malam Hari, Minta Ampun dari Segala Dosa

Dalam Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hadits ini adalah hadits yang sangat agung mengenai pokok Islam. Hadits ini merupakan timbangan amalan zhohir (lahir).

Sebagaimana hadits ‘innamal a’malu bin niyat’ [sesungguhnya amal tergantung dari niatnya] merupakan timbangan amalan batin.

Apabila suatu amalan diniatkan bukan untuk mengharap wajah Allah Azza wa Jalla, pelakunya tidak akan mendapatkan ganjaran.

Begitu pula setiap amalan yang bukan ajaran Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, maka amalan tersebut tertolak.

Segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama yang tidak ada izin dari Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, maka perkara tersebut bukanlah agama sama sekali.”

Di kitab yang sama, Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Suatu amalan tidak akan sempurna (tidak akan diterima, pen) kecuali terpenuhi dua hal:

Pertama, amalan tersebut secara lahiriyah (zhohir) mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hal ini terdapat dalam hadits ‘Aisyah ‘Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.

Baca Juga :  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Shalatlah Kamu Sebagaimana Kamu Melihatku Shalat”

Kedua, amalan tersebut secara batininiyah diniatkan ikhlas mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla . Hal ini terdapat dalam hadits ‘Umar ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat’.”

Penulis            : Wawan Idris
Sumber           :  rumaysho.com

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler