30.7 C
Indramayu
Selasa, April 21, 2026


Terjadi Beruntun, Ratusan Siswa Keracunan MBG, Dinkes Diminta Segera Identifikasi

MHNEWS.ID.- Tanggal 16, 17, dan 18 September 2025 menjadi hari yang menakutkan bagi para siawa di Kabupaten Garut, Cianjur, dan Tasikmalaya.

Betapa tidak, pada waktu tersebut secara beruntun ratusan siswa SD, SMP, sampai SMA/SMK keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

- Advertisement -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun diminta segera mengambil langkah cepat terkait kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Garut, Cianjur, dan Tasikmalaya.

Di Garut, sebanyak 569 siswa mengalami keracunan pada 16 September 2025. Sementara di Cianjur, kasus serupa menimpa 36 siswa pada 11 September 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengaku sudah menugaskan Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab keracunan melalui pemeriksaan laboratorium.

“Kami sudah tugaskan Kadis Kesehatan untuk mengecek kenapa bisa terjadi seperti itu, sehingga bisa teridentifikasi penyebabnya,” ujarnya.

“Itu menjadi catatan agar berikutnya semua SPPG harus menjamin kesehatan, dengan uji lab yang ketat,” sambung Herman, Jumat (19/9/2025).

Selain itu, Pemprov Jabar juga menugaskan Dinas Sosial untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Badan Gizi Nasional (BGN), serta SPPG. Tujuannya agar manajemen dapur di lapangan bisa berjalan optimal.

Baca Juga :  Cegah Keracunan di Indramayu, Bupati Lucky Minta MBG Berkoordinasi dengan Pemda

“Itu kan ada perencanaan pelaksanaan evaluasi harus manageable. Jadi itu yang akan kami perbaiki bersama,” paparnya.

“Dari sisi kesehatan dan manajerial harus sehat, harus higienis dan pengelolaan harus manageable sehingga berbagai ekses bisa diantisipasi dan pengelolaan ke depan bisa lebih baik,” tambahnya.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler