31.9 C
Indramayu
Selasa, April 28, 2026


Disiapkan Bekerja di Luar Negeri, Pemerintah Gulirkan Program SMK Go Global

MHNEWS.ID.- Pemerintah pusat akan menyiapkan anggaran hingga Rp 25 triliun untuk program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global pada tahun 2026.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan anggaran tersebut disiapkan sesuai perintah dari Presiden Prabowo Subianto.

- Advertisement -

“Presiden sudah memerintahkan untuk menyiapkan anggaran untuk itu di 2026. Untuk tahun 2026, ya Rp 15 sampai Rp 25 triliun,” ujar Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Selasa (18/11/2025).

Cak Imin menjelaskan hal tersebut usai menggelar rapat tingkat menteri (RTM) bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin di Kantor Kemenko PM.

Secara khusus, program ini akan dimulai pada akhir tahun 2025 ini dengan menggunakan anggaran dari Kementerian P2MI.

Beberapa waktu lalu, ia menyebut, setidaknya ada 500 orang yang akan diberangkatkan keluar negeri untuk mengikuti program ini menggunakan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar.

“Semua program ini akan kita mulai di 2025 ini, semoga dari rangkaian anggaran yang ada di Kementerian P2MI 2025 ini bisa dimulai,” ucapnya.

Baca Juga :  Modernisasi Infrastruktur IKN Nusantara: Jaringan Listrik dan Air Minum Dibangun di Bawah Tanah

Sementara pada tahun depan, pemerintah menargetkan 500.000 lulusan SMK dan SMA dapat diberangkatkan keluar negeri untuk bekerja di berbagai sektor.

Nantinya, Kementerian P2MI akan mendukung persiapan mereka yang akan dikirim, salah satunya dengan memberikan materi pelajaran bahasa yang menjadi syarat minimum untuk mendaftar.

“Misalnya kalau ke Jepang, kelas migran SMK jurusan kelas ke Jepang kelas 1 sudah mengadopsi bahasa Jepang N4 misalnya gitu. N4 itu prasyarat kompetensi bekerja di Jepang,” kata dia.

Sementara untuk jurusan, kata Cak Imin, akan disesuaikan demgan kebutuhan pasar luar negeri.

“Yang paling dominan adalah welder, hospitality, sama caregiver, perawat. Keperawatan. Sambil banyak, nanti ada kontraktor, ada gedung-gedung apa namanya, bangunan, konstruksi,” jelasnya.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler