33.3 C
Indramayu
Senin, April 27, 2026


Mengejutkan, 106 Ribu Anak di Jabar tidak Sekolah, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Penanganan

MHNEWS.ID.- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengungkap data jumlah anak usia sekolah tapi tidak bersekolah di seluruh Indonesia.

Data Mendikdasmen itu sekaligus membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut. Betapa tidak? Jawa Barat jadi provinsi dengan jumlah anak tidak bersekolah tertinggi di Indonesia.

- Advertisement -

Ya! Di Jawa Barat ada sebanyak 106.196 anak yang tidak bersekolah. Padahal mereka itu anak-anak usia sekolah yang seharusnya masih sedang menjalani proses pendidikan (bersekolah).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun menaruh perhatian serius terhadap persoalan tersebut, dan dalam waktu dekat akan segera melakukan pendataan sebaran anak tidak sekolah di setiap kabupaten dan kota.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan, pendataan ini penting untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Ini yang menjadi perhatian kita hari ini. Nanti kita buat data, di mana saja anak-anak yang tidak sekolah itu,” katanya saat ditemui di Kantor BI Jabar, Kota Bandung, Senin (27/4/2026).

Menurut ia, setelah data terkumpul, pemerintah akan langsung turun ke lapangan untuk mengajak anak-anak kembali bersekolah.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Makin Ugal-ugalan, sambil Jongkok teken Anggaran Dadakan Rp 60 Miliaran

“Nanti didatangi oleh aparat desa, dinas pendidikan kabupaten/kota, provinsi, dan tim pengawas untuk didorong kembali sekolah,” ucapnya sebagaimana dilansir Kompas.com.

Dedi menjelaskan, Pemprov Jabar sudah menyiapkan berbagai kebijakan untuk menekan angka anak putus sekolah. Salah satunya, kata ia, adalah memastikan pendidikan gratis bagi masyarakat tidak mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Sekolah negeri dan swasta untuk masyarakat tidak mampu gratis. Di tingkat SD juga sudah ditanggung pemerintah daerah,” ucap Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, untuk jenjang sekolah dasar, biaya pendidikan sudah ditanggung pemerintah daerah. Sehingga tidak ada lagi, alasan anak berhenti atau tidak sekolah karena terganjal biaya.

“Tingkat SD kan free, udah ditanggung oleh bupati, walikotanya. Ini cara mendorong orangtua untuk menyekolahkan anak,” kata Dedi.

Selain itu, Pemprov Jabar juga meminta peran orangtua agar lebih aktif memastikan anak-anak tetap bersekolah.

Terkait rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ), Dedi menegaskan semua daerah harus siap mendukung kebijakan tersebut. “Harus siap, daerahnya harus,” kata Dedi.

Baca Juga :  APBD Jabar 2026 Tertekan, Dedi Mulyadi: Beban Cukup Berat, tetapi Anggaran Pembangunan Meningkat

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler