31.2 C
Indramayu
Sabtu, April 25, 2026


Sekda Jabar: Pengangguran Lulusan SMA/SMK Masih Tinggi, Semua harus Kerja

MHNEWS.ID.- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman meminta seluruh kepala SMK swasta di Jawa Barat untuk memulai pembenahan.

Salah satunya dengan penajaman kompetensi lulusan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, industri, dan realitas kehidupan.

- Advertisement -

Sebab peningkatan mutu pendidikan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditawar.

“Tidak boleh ada lulusan SMA atau SMK yang menganggur. Minimal mereka bisa bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan. Semua itu bergantung pada kualitas pendidikan,” tegas Herman dalam rilisnya, Rabu (17/12/2025).

Herman menekankan, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menyasar hasil akhir, tetapi juga mencakup standar lulusan, kurikulum, proses pembelajaran, kompetensi guru, hingga sarana dan prasarana.

Ia juga menyinggung angka pengangguran di Jawa Barat yang masih menjadi perhatian serius.

“Target dari Provinsi Jabar lebih cepat lebih baik masalah pendidikan ini bisa diselesaikan, karena pengangguran kita saat ini diangka 6,7 persen, dan ternyata 20 persennya kurang lebih lulusan SMA/SMK,” ujarnya.

“Dan target kami tidak ada lulusan SMA dan SMK yang nganggur, semuanya bisa bekerja atau berwirausaha atau melanjutkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Apa Benar Indramayu Termiskin di Jawa Barat, ini Fakta dari BPS…

Karena itu, ia menilai penguatan konsep link and match antara pendidikan dan dunia kerja menjadi kebutuhan mendesak.

“Bersama dengan sekolah swasta, ini harus dibangun bersama yakni lewat super tim,” harap Herman.

Sejalan dengan upaya tersebut, Fakultas Teknik Universitas Pasundan (FT Unpas) memperkuat pendidikan vokasi di Jawa Barat melalui kerja sama strategis dengan Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKSMKS) Provinsi Jawa Barat.

Dekan Fakultas Teknik Unpas, Prof. Yusman Taufik mengatakan, kerja sama ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu lulusan SMK swasta di Jawa Barat.

Selama ini, lulusan SMK kerap dipersepsikan langsung masuk dunia kerja. Melalui kolaborasi tersebut, FT Unpas membuka jalur pendidikan lanjutan ke perguruan tinggi dengan masa studi lebih singkat.

“Melalui program fast track, lulusan SMK yang masuk Fakultas Teknik Unpas dapat menempuh pendidikan lebih cepat. Jika normalnya empat tahun, melalui program ini bisa diselesaikan dalam tiga tahun,” ujar Yusman.

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler