MHNEWS.ID.- Aksi nyata diperlihatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk mengatasi bencana alam yang disebabkan kerusakan hutan seperti di Sumatera.
Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melibatkan peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam pemulihan hutan di wilayah tersebut.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa mulai Desember 2025, masyarakat akan diberdayakan untuk merawat hutan yang rusak dan setiap orang akan dibayar Rp 50.000 per hari.
Upah tersebut, kata dia, lebih besar dari pendapatan harian sebagai kuli nyangkul di sejumlah daerah yang hanya berkisar Rp 30.000.
“Mereka mendapat upah dalam setiap hari distandarkan oleh saya, Rp 50.000, ucap Dedi dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).
“Itu lebih mahal dibanding upah nyangkul di daerah tertentu yang hanya Rp 30.000. Kenapa harganya Rp 50.000? Agar banyak rakyat yang dilibatkan,” tegasnya
Mantan Bupati Purwakarta itu menekankan bahwa tujuan dari penanaman hutan yang rusak untuk menekan potensi terjadinya bencana alam.
Lebih lanjut, penanganan hutan rusak akan dilakukan secara bertahap dengan menanam pohon dan merawatnya secara optimal.
“Jawa Barat kondisi hutan yang betul-betul masih hutan kan 20 persen lagi. (Sementara) 80 persen kan dalam keadaan rusak,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa setiap hektare hutan akan dikelola oleh dua warga yang bertugas menanam kemudian merawat pohon hingga kokoh dan kuat.
Adapun jenis pohon yang akan ditanam dalam penanganan hutan rusak tersebut mulai dari beringin sampai nangka.
“Kita tanamin pohonnya perpaduan pohon hutan yang tidak bisa ditebang dan pohon produktif, seperti pete, jengkol, nangka sehingga masyarakat dalam jangka panjang mendapat hasilnya,” kata Dedi.
Penulis: Wawan Idris


