MHNEWS.ID.- Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia Dr. Santi mengungkapkan selama tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan.
Hormon pertumbuhan ini berperan memperbaiki jaringan dan sel pada orang-orang dari segala usia.
Tubuh juga memproduksi sitokin selama tidur, yang mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
Jadi, kurang tidur dapat memengaruhi respons imun tubuh terhadap infeksi. Kurang tidur kronis dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi umum, seperti flu, bahkan bisa memicu risiko defisiensi imun.
Mengontrol berat badan
Tidur juga berperan penting dalam mempertahankan berat badan yang sehat. Selama tidur, tubuh secara alami memproduksi lebih banyak penekan nafsu makan, yang disebut leptin, sekaligus mengurangi produksi ghrelin, zat perangsang nafsu makan.
Tanda kurang tidur
Bagi mereka yang merasa sudah tidur cukup, penting untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda kurang tidur.
Santi menyarankan untuk orang dewasa cek tanda kurang tidur di bawah ini:
Mudah lelah dan tidak bertenaga
Perubahan suasana hati dan mudah tersinggung
Menguap berulang kali
Sulit konsentrasi dan pelupa
Sulit bangun pagi
Ketergantungan pada alarm atau butuh dibangunkan orang lain
Merasa mengantuk saat aktivitas, seperti rapat atau mengemudi
Sering butuh tidur siang
Lesu dan mengantuk menjelang sore
Mudah tertidur saat duduk santai di malam hari
Langsung tidur dalam hitungan menit
Ingin menebus tidur di akhir pekan
Penurunan gairah seksual
Mengalami gangguan suasana hati seperti stres, kecemasan, hingga depresi
Santi mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda ini sebagai bentuk peringatan untuk memperbaiki kebiasaan tidur.
Penulis: Nia Herlina [Pengurus PKK Kabupaten Indramayu]


