ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. “Betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga,” (H.R. Thabrani).
Hadits tersebut mengingatkan kepada kita, bahwa pahala puasa Ramadhan bisa rusak: berkurang bahkan sama sekali hilang. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun kemudian menjelaskan lima perilaku yang dapat merusak bahkan menghilangkan pahala puasa, yaitu:
“Ada 5 perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa, yaitu (1) berdusta; (2) berghibah; (3) mengadu domba; (4) bersumpah palsu; (5) memandang dengan syahwat,” (H.R. Dailami).
Pertama, berkata dusta
Berkata dusta adalah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dusta merupakan dosa besar dalam Islam, induk dari banyak maksiat lain. Jika seseorang berdusta, ia akan melakukan kebohongan lain untuk menutupinya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan,” (H.R. Bukhari).
Kedua, gibah, gosip, atau membicarakan keburukan orang lain
Bergibah atau membicarakan keburukan orang lain termasuk perilaku tercela yang dilarang Islam.
Seseorang yang bergosip atau membicarakan keburukan orang lain seperti memakan bangkai saudaranya, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 12.
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa’,” (H.R. Ibnu Khuzaimah).
Ketiga, adu domba dan fitnah
Akar dari perbuatan adu domba dan fitnah adalah kebencian. Adu domba dapat berupa rasa tidak senang melihat orang lain rukun, lalu menyebarkan fitnah untuk merusaknya.
Jangankan pahala puasa, Islam mengancam orang yang melakukan adu domba dengan balasan neraka di akherat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pelaku adu domba tidak akan masuk surga,” (H.R. Muslim).
Keempat, bersumpah palsu
Menyatakan sumpah, tapi berbohong atau sumpah palsu merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Apalagi, dengan membawa nama Allah Azza wa Jalla dalam sumpahnya, maka hal ini termasuk salah satu dari tiga dosa paling besar.
“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janjinya [dengan] Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian [pahala] di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak [pula] akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih,” (Q.S. Ali-Imran: 77].
Kelima, tidak menjaga mata dari syahwat
Salah satu sumber syahwat yang utama ialah pandangan mata. Apabila mata seseorang jelalatan, tidak menundukkan pandangan pada lawan jenis yang bukan mahramnya, maka ia telah menodai ibadah puasanya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pandangan merupakan salah satu anak panah iblis,” (H.R. Al-Hakim dan Thabrani).
Penulis: Wawan Idris


