32.4 C
Indramayu
Senin, Mei 25, 2026


Banyak Pungutan Bebani Rakyat, Dedi Mulyadi: Pajak belum Sebanding dengan Kesejahteraan Masyarakat

MHNEWS.ID.- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan penyebab Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak maju-maju walau pun sudah lama merdeka.

Salah satu penyebabnya adalah sumber dana yang dimiliki negara lebih banyak digunakan untuk mebiayai hidup para penyelenggata negara atau pejabat.

- Advertisement -

Gubernur Dedi menegaskan jika Indonesia ingin maju pemerintah perlu memperbaiki cara mengelola anggaran agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat.

“Banyak sekali, tetapi kenapa kita nggak maju-maju? Kuncinya cuma satu, di negara lain jatah penyelenggaraan negaranya dikit,” ungkap Gubernur Dedi usai Shalat Id di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).

“Sehingga uang untuk kepentingan rakyatnya lebih banyak. Di kita ini, jatah untuk penyelenggaraan negaranya kegedean,” sambung Dedi.

Dedi juga menyinggung beban yang dirasakan masyarakat, terutama soal berbagai pungutan. Ia membandingkan dengan negara lain yang dinilai lebih sederhana dalam menarik dana dari rakyat.

“Negara lain itu mungutnya cuma pajak, negara Islam mungutnya cuma zakat. Kita ini kan rakyat suka iuran. Ada pungutan, ada berbagai hal,” tuturnya.

Baca Juga :  Jaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga, Indramayu Siapkan Sistem Logistik Daerah

Ia menilai, banyaknya pungutan belum sebanding dengan kemajuan yang dirasakan masyarakat. Salah satu penyebabnya, adalah besarnya biaya untuk menjalankan pemerintahan.

Diketahui, pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta maaf kepada seluruh warga karena pemerintahannya belum bekerja sesuai harapan masyarakat.

Dedi mengatakan, lebaran tahun ini berjalan tertib, aman, dan penuh kebahagiaan. Namun, di balik suasana itu, ia mengingatkan bahwa lebaran juga jadi waktu untuk merenung.

“Lebaran hari ini bisa terlaksana dengan baik, dengan tertib, penuh riang gembira. Tapi di antara riang gembira itu lebaran itu pasti ada tetesan air mata,” katanya.

Menurut ia, banyak orang mengingat kesalahan di masa lalu, merindukan keluarga yang sudah tiada, atau yang tinggal jauh. Hal tersebut, sudah menjadi bagian dari tradisi lebaran.

Singgung soal pungutan kepada rakyat, dalam kesempatan itu, Dedi juga menyoroti kinerja pemerintahnya yang belum maksimal.

“Tadi saya menyampaikan permohonan maaf bagi seluruh warga Jabar bahwa pemerintah belum bisa bekerja dengan baik, melayani kebutuhan masyarakat, memenuhi seluruh apa yang menjadi harapan,” ujarnya.

Baca Juga :  Suwenda Pimpin Diskominfo, Kepala Bappeda Dirotasi Dua Badan Stategis tanpa Pimpinan Definitif

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler