Fakta yang dimaksud, tambah dr. Wawan Ridwan salah satunya adalah data penimbangan balita yang dilakukan di Posyandu. “Kami punya data jumlah balita se- Kabupaten Indramayu dan catatan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badannya,” jelasnya.
Balita seluruh Indramayu itu berjumlah kurang lebih 119.000. Dari jumlah itu dalam catatan penimbangan berat badan dan terutama tinggi badan yang dijadikan indikator utama stunting, hanya ditemukan sekitar 3.797 balita yang masuk kategori stunting.
Jadi merujuk pada data tersebut, fakta balita stunting di Indramayu yang sebenarnya diperkirakan berkisar 3,49 persen. Angka ini diyakini jauh lebih valid karena menyajikan data yang sebenarnya, bukan sekadar diambil sampel sebagaimana SSGI.
Ditegaskan, prevalensi stunting pada level 3,49 persen itu selain lebih faktual karena berdasarkan hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan seluruh balita, juga lebih mencerminkan hasil kerja keras semua pihak selama ini.


