30 C
Indramayu
Senin, Mei 18, 2026


‘Ulah Adean ku Kuda Beureum’ Bisa Tercela

Oleh Entang Sastraatmadja
Penulis adalah Ketya Harian DPD HKTI Jawa Barat

PERIBAHASA Sunda yang dapat dijadikan tuntunan kehidupan sungguh sangat banyak. Salah satunya adalah “ulah adèan ku kuda beureum“. Dalam makna lain, “tong reueus ku barang batur, boh barang kolot, barang dulur, atawa barang pihapean ti batur“.

- Advertisement -

Arti atau makna lugas peribahasa tersebut adalah jangan membangga-banggakan barang orang lain; baik barang orangtua, saudara, maupun titipan dari orang lain. Bersikap membangga-banggakan itu dalam agama pun dilarang meskipun milik sendiri.

Bersikap ‘ulah adean ku kuda beureum’ memang sama sekali tidak ada gunanya. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bersikap rendah hati, walau sesungguhnya ia bisa sangat tinggi hati (karena kekayaannya, kekuasaannya, kepandaiannya).

Baca Juga :  Jangan Sembarangan Bercanda: Kesombongan itu Menolak Kebenaran dan Merendahkan Manusia

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler