Untuk meningkatkan hasil produksi tambak garam, pihak Pesantren Assalafiyah mengajukan proposal bantuan dana kepada pemerintah, dan kemudian proposal bantuan tersebut diarahkan kepada PT Pertamina Persero.
Dari dana bantuan sebesar Rp 300 juta tersebut, digunakan untuk membeli peralatan dalam menunjang proses produksi garam seperti membeli 32 ribu karung dan 68 roll plastik Geomembrane.
Supandi menerangkan bahwa bantuan dana dari PT Pertamina (Persero) ini sangat bermanfaat bagi pengembangan tambak garam yang dikelola, sehingga mereka bisa melakukan panen garam setiap harinya dengan kualitas yang bagus.
Setelah menggunakan plastic Geomembrane yang dibeli dari bantuan CSR Pertamina ini, kata Supandi, hasil panen garam meningkat pesat, kualitas garamnya juga bagus dan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat.


