MHNEWS.ID.- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memaparkan lima agenda prioritas tahun 2027 yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pemaparan disampaikan Gubernur Dedi pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).
Kebijakan ini menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, yang dirancang agar pembangunan di Jawa Barat berjalan lebih merata dan terarah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi berbasis industri.
Apa saja lima prioritas pembangunan Jawa Barat?
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, lima prioritas tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan, yaitu:.
Prioritas pertama adalah pemerataan akses pendidikan hingga jenjang SMA dan SMK. Pemerintah menyiapkan dua strategi utama untuk mendukung kebijakan ini.
“Agar seluruh masyarakat Jawa Barat bisa bersekolah sampai SMA dan SMK dengan dua kebijakan. Satu, membangun ruang kelas baru. Dua, memberikan subsidi pada masyarakat miskin untuk sekolah, baik di negeri maupun swasta,” ujar Dedi.
Prioritas kedua adalah peningkatan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat tidak mampu yang belum terdaftar dalam program BPJS.
“Nah, sehingga barusan ditandatangani juga, ada mereka yang sudah terjamin lewat BPJS, ada mereka yang belum terjamin,” ujarnya.
“Yang belum terjamin tetapi mereka kategori tidak mampu, mau masuk ke ruang kelas 3 di rumah sakit tertentu yang ditunjuk. Nanti dibiayai oleh Pemprov dan Pemkab serta Pemkot,” sambungnya.
Prioritas ketiga menyasar percepatan pembangunan infrastruktur dasar, meliputi jalan, jaringan irigasi, serta penyediaan air bersih yang merata di seluruh wilayah.
Prioritas keempat adalah penguatan sektor industri sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Menurut Dedi, pengembangan kawasan industri harus didukung konektivitas yang memadai.
“Dari mulai pelabuhan, jalan tol, hingga jalan-jalan yang terakses ke warga. Ini yang menjadi fokus kita, dan pembangunannya tetap memiliki basic pembangunan berbasis kearifan lingkungan,” katanya.
Prioritas kelima adalah menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
“Sehingga desa-desa harus dipertahankan keasliannya. Kemudian wilayah-wilayah pesisir harus terjaga, wilayah pegunungan harus terjaga dengan akses transportasi darat yang memadai, terkoneksi dari mulai pusat kota sampai ke pelosok desa,” ucapnya.
Penulis: Wawan Idris


