ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Maksiat terus dilakukan, ibadah ditinggalkan, tapi hidup senang berlimpah harta.
Kalau seseorang hidupnya senantiasa bahagia, harta berlimpah, jabatan tinggi, selalu sehat, dan segala kesenangan duniawi ia miliki, namun malas beribadah bahkan jadi ahli maksiat, maka takutlah!
Kondisi yang dialami seseorang tersebut adalah contoh nyata apa yang disebut istidraj.
Dan ketika seseorang sedang dalam kondisi itu, maka takutlah kepada Alloh Azza wa jalla, segeralah bertaubat karena bila tidak sungguh azab Alloh Azza wa jalla sangat pedih.
Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya. [Al Mu’minun: 55-56].
Dalam ayat lain Alloh Azza wa jalla berfirman:
Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. [Al-Imron: 14].
Dua firman Alloh Azza wa jalla tersebut cukuplah sebagai pengingat agar kita senantiasa sadar untuk tidak terjerumus dalam istidraj.
Mengapa? Karena istidraj adalah jebakan berupa kelapangan rezeki, namun dalam keadaan terus-menerus bermaksiat pada Allah Azza wa jalla.
Sebagai bahan renungan untuk memperbaiki diri di bawah ini ciri-ciri istidraj:
1. Ibadah semakin turun, namun kesenangan makin melimpah
Ibnu Athaillah berkata: “Hendaklah engkau takut jika selalu mendapat karunia Allah, sementara engkau tetap dalam perbuatan maksiat kepada-Nya, jangan sampai karunia itu semata-mata istidraj oleh Allah.”
2. Melakukan maksiat, tapi malah makin banyak kesenangan
Ali Bin Abi Thalib r.a. berkata: “Hai anak Adam ingat dan waspadalah bila kau lihat Tuhanmu terus menerus melimpahkan nikmat atas dirimu sementara engkau terus-menerus melakukan maksiat kepadaNya.”
3. Semakin kikir, namun harta semakin banyak
Sebagaimana kita ketahui bahwa sebetulnya Sodaqoh dapat membuat harta kita semakin banyak. Ketika kita dihinggapi sifat kikir, tak pernah zakat, infak, shadaqah ataupun mengulurkan bantuan orang lain. Namun justru harta semakin melimpah ruah.
4. Jarang sakit
Imam Syafi’i pernah mengatakan: Setiap orang pasti pernah mengalami sakit suatu ketika dalam hidupnya, jika engkau tidak pernah sakit maka tengoklah ke belakang mungkin ada yang salah dengan dirimu.
Penulis: Wawan Idris


