MHNEWS.ID.- Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan Petani Muda Indramayu.
Lucky menyebut, pelatihan ini sebagai langkah luar biasa dalam menghadapi realita, tantangan, peluang, dan masalah pertanian di Indramayu sekaligus menjadi solusinya.
”Berdasarkan temuan kami, rata-rata usia petani saat ini sudah menginjak 55–60 tahun. Ironisnya, anak-anak petani enggan meneruskan usaha tani karena khawatir dengan ketidakpastian penghasilan dan risiko gagal panen,” ujarnya, Jumat (11/7/2025).
Bupati Lucky menegaskan, tantangan utama pertanian saat ini adalah mindset. Pertanian Indramayu memang surplus, tetapi jika anak muda terus menjauh karena pertimbangan ekonomi, maka suatu saat Indramayu bisa kehilangan kekuatan sektor pertaniannya.
Indramayu butuh petani muda yang mampu mengubah cara pandang, bukan sekadar bertani, tapi menjadi pengusaha agribisnis.
Menurutnya, potensi keuntungan dalam dunia agribisnis sangat besar bila dikelola dengan tepat.
Dengan bibit unggul, pemasaran yang terarah, dan pengemasan yang menarik, produk bisa dijual dengan harga tinggi meski waktu dan proses tanam sama. Inilah yang perlu ditanamkan kepada generasi muda.
Bupati juga mengajak petani muda untuk memanfaatkan teknologi, digitalisasi, bahkan kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang aktivitas agribisnis.
Menutup sambutannya, Lucky berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan penuh semangat.
”Kalian semua adalah calon pengusaha agribisnis sukses. Asah kemampuan, bangun konsep yang matang, maka investor dan modal akan datang sendiri,” sarannya.
“Jangan hanya mampu bertahan, tapi jadilah pelaku usaha agribisnis yang dapat membuka lapangan kerja, menjaga lahan pertanian Indramayu dari alih fungsi lahan industri, serta mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” pungkasnya.
Penulis : Daniswara
Editor : Wawan Idris


