MHNEWS.ID.- Seiring bertambahnya usia, kerutan di kulit tak bisa ditolak. Apalagi di ekor mata, leher, dahi, dan smile lines.
Dokter kulit, Sam Ellis,M.D., mengatakan, proses penuaan mengakibatkan melambatnya produksi kolagen dan elastin, dua komponen yang penting untuk kulit.
“Seiring bertambahnya usia, kita mulai memecah molekul-molekul ini lebih cepat daripada membangunnya kembali,” ujar Ellis, dikutip dari Kompas.com, Senin (18/8/2025).
Selain faktor usia, paparan sinar matahari menjadi penyebab terbesar yang mempercepat munculnya kerutan di kulit. Kulit yang mengendur akibat penurunan berat badan drastis, kebiasaan merokok, dan dehidrasi juga bisa menyebabkan kerutan.
Ellis menekankan pentingnya perlindungan dari sinar ultraviolet (UV) dari matahari sebagai langkah utama pencegahan kulit berkerut.
Paparan sinar ulttaviolet (UV) dalam jangka panjang akan merusak elastin, serat yang membuat kulit dapat meregang dan kembali ke bentuk semula, dilansir dari Cleveland Clinic.
Meski kulit sudah menunjukkan tanda keriput, menghindari paparan langsung dan rutin menggunakan sunscreen (tabir surya) dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.
Dokter kulit, Amy Kassouf, MD, menyampaikan, pilihlah sunscreen yang dilengkapi SPF minimal 30, yang idealnya 50 berspektrum luas.
Jangan lupa mengoleskan sunscreen setiap beberapa jam sekali agar pencegahannya lebih maksimal. Selain itu, pilihlah pelembap yang tepat, terutama yang mengandung urea, retinoid, atau asam alfa hidroksi (AHA).
Produk dengan asam glikolat juga dapat membantu, tapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan sensitivitas kulit.
Tidak hanya itu, pola makan kaya antioksidan, seperti buah, sayuran, telur, tuna, dan beras merah, juga bisa dijaga untuk mendukung kesehatan kulit.
Vitamin A, C, D, E, serta asam lemak omega-3, turut berperan menjaga struktur dan kelembapan kulit.
Penulis: Nia Herlina [Pengurus PKK Kabupaten Indramayu]


